Sidang lanjutan Iwa Karniwa soal kasus suap Meikarta di PN Bandung/RMOLJabar

rmoljabar Sekretaris Jawa Barat non aktif, Iwa Karniwa membantah tidak pernah menerima dan menyuruh untuk meminta uang 1 Milyar, terkait perizinan substansi RDTR Kabupaten Bekasi.

 

Bahkan terkait masalah banner bakal calon gubernur, dirinya tidak mengetahui sama sekali berapa jumlah banner.

Iwa mengaku, dirinya mendapat informasi secara lisan terkait banner dari Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Waras Wasisto. Padahal Iwa sama sekali tidak pernah meminta bantuan pembuatan banner.

Hal itu di katakan Iwa pada saat di persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa, di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Bandung, Jalan R.E.E Martadinata, Rabu (12/2).

“Tidak pernah menyuruh Waras untuk meminta 1 M kepada Neneng dan Henry. Saya hanya mendapatkan untuk banner, saya tidak pernah bertanya anggarannya dari mana. Cuma dia (Waras) menyampaikan ada bantuan untuk memasang banner untuk memperkenalkan saya sebagai bakal calon gubernur,” kata Iwa.

“Pa Waras mengatakan kepada saya ‘Pa Sekda udah di pasang banner’, padahal saya tidak minta. Saya waktu itu spontan saja mungkin maksudnya ingin memperkenalkan. Saya tidak tahu jumlahnya berapa, dan di pasang di mana,” lanjut Iwa.

Kendati demikian, Iwa mengakui dirinya pernah melakukan pertemuan di KM 72 Tol Purbaleunyi. Dalam pertemuan tersebut, Iwa bertemu dengan Neneng Rahmi, Henry Lincton, Soleman, dan Waras Wasisto.

“Saya tugas dari Jakarta, biasanya saya mampir untuk shalat, waktu itu kenalan terus ada mengajukan rancangan raperda RDTR mencarikan jalan. Waktu itu saya sampaikan kepada Neneng Rahmi CS untuk di sampaikan dalam pertemuan di Gedung Sate,” tuturnya.

Saat Ketua Hakim Daryanto menanyakan perihal permintaan, Iwa bersikeras bahwa dirinya tidak pernah meminta apapun.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here