Mantan Sekda Jabar Iwa Karniwa saat menjalani sidang perdana/RMOLJabar

rmoljabar  Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa mantan Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa telah menerima uang suap sebesar Rp 900 juta untuk memuluskan perizinan proyek Meikarta.

 

Hal tersebut terungkap dalam sidang perdana terdakwa Iwa Karniwa atas perkara dugaan suap perizinan proyek Meikarta di PN Kelas 1A Bandung, Jalan L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Senin (13/01).

Dalam persidangan, Jaksa KPK, Yadyn mengungkapkan, Iwa telah menerima uang tersebut dari PT Lippo Cikarang melalui PT Mahkota Sentosa Utama yang merupakan pengembang proyek Meikarta. 

“Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya,” kata Yadyn.

Menurutnya, uang tersebut diduga mengalir melalui karyawan PT Lippo Cikarang, Satriadi, mantan Kabid Penataan Ruang Dinas PUPR Neneng Rahmi Nurlaili, Henri Lincoln, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Soleman, dan Anggota DPRD Jawa Barat Waras Wasisto.

Jaksa menduga, uang diberikan agar Iwa mempercepat persetujuan substansi dari Gubernur Jawa Barat atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi yang saat itu telah disetujui oleh DPRD Kabupaten Bekasi.

Selain itu, suap tersebut juga diduga diberikan agar Iwa mempercepat pengurusan RDTR Wilayah Pengembangan (WP) I dan IV serta II dan III proyek pembangunan komersial area Meikarta.

“Hal tersebut bertentangan dengan kewajiban terdakwa selaku penyelenggara negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KK),” ujar Yadyn.

Akibat perbuatannya, Iwa dijerat Pasal 12 huruf a dan Pasal 11 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31/1999 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here