Polisi saat mengusir wisatawan ngeyel/RMOLJabar

rmoljabar Menindaklanjuti maklumat Kapolri yang dikeluarkan pada tanggal 29 Maret 2020 dengan nomor Mak/III/2020 tentang kepatuhan terhadap pemerintah dalam penanganan penyebaran Virus Corona atau Covid-19. Polisi di Kabupaten Pangandaran mulai bergerak memasang himbauan di setiap titik.

Tidak hanya memasang, polisi di daerah juga menindak tegas tempat hiburan yang masih buka. Bahkan beberapa pengunjung yang masih ngeyel di usir.

Meski terus berupaya menjalankan maklumat, polisi juga mengalami dilema karena beberapa kegiatan pemerintah sudah terjadwal sejak lama dan tidak bisa diundur.

“Malam saat patroli kami juga mendapati wisatawan asal Cianjur yang ngeyel. Ia mengaku tidak tahu tentang maklumat, saya suruh balik lagi,” tegas Kapolsek Sidamulih Iptu Jaja Hidayat, Minggu (22/3).

Tempat hiburan yang ada di Kabupaten Pangandaran, kata Iptu Jaja, semuanya sudah ditutup untuk sementara waktu hingga akhir bulan.

“Kalau tempat hiburan nggak ada yang keukeuh. Mereka sudah secara sadar menutup tempat usahanya demi antisipasi penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Karena dalam maklumat ada bunyi tidak boleh mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang mengumpulkan banyak orang, ucap ia, polisi tidak akan memberikan izin.

“Ya termasuk yang melaksanakan kegiatan hajatan juga. Kan ini mengumpulkan masa. Kalaupun ada, maka kami akan menindak tegas,” jelasnya.

Beberapa kegiatan resmi pemerintah, kata ia, menjadi dilema karena sudah terjadwal sejak lama. Namun, kebijakan dikembalikan lagi kepada Kepala Daerah.

“Tetap kami beri saran supaya mengikuti anjuran pemerintah pusat dong. Himbauan bagi masyarakat juga sudah kami sampaikan melalui woro woro bareng Muspida dan Muspika,” tandasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here