Ilustrasi kader Golkar/Net

rmoljabar Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Golkar, Muslim Jaya Butarbutar menyatakan pimpinan DPD Partai Golkar Kota Bekasi sudah selayaknya memberikan kesempatan kepada anak muda yang memiliki potensi untuk maju dalam perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) yang akan digelar bulan ini.

Muslim Jaya Butarbutar menyebut, hal tersebut sebagai bentuk implementasi kaderisasi kepemimpinan di tubuh Partai Golkar Kota Bekasi. Mandeknya kaderisasi di Partai Golkar Kota Bekasi dalam kepemimpinan Rahmat Effendi pun menjadi sorotannya.

“Persoalan kaderisasi itu kan memang tergantung dari pimpinan dalam hal ini Rahmat Effendi sendiri bagaimana melakukan kaderisasi. Kalau saya lihat kaderisasi di DPD Partai Golkar Kota Bekasi ini agak mandek, artinya harusnya memang RE itu menyiapkan kader kader yang memang berpotensi kedepan untuk bisa menggantikan dirinya,” ujarnya, Rabu (1/7).

Sebagai solusi mandeknya kaderisasi di tubuh Partai Golkar Kota Bekasi, dirinya menilai perlu adanya kesempatan bagi mereka yang memiliki potensi. “Sebetulnya banyak kader yang punya potensi. Cuma yang punya potensi ini tidak berani maju, saya juga ndak ngerti kenapa mereka tidak berani maju,” sambungnya.

“Katakanlah jangan lagi RE yang memimpin PG Kota Bekasi ini, kasihlah kesempatan pada teman-teman yang memang punya potensi, kan masih banyak kader kader potensial ada Zainul Miftah, Edi, Dariyanto, Tubagus Hendra, ada Hery Suko, inikan kader kader yang punya potensi dan biarkan saja mereka bertarung,” bebernya.

Kalaupun ada kesepakatan aklamasi, lanjut Muslim Jaya, tinggal dibicarakan saja, tapi yang pasti kader-kadernya diberikan kesempatan jangan ditahan tahan.

“Kalau kaderisasi tidak berjalan dengan baik itukan menandakan ada sesuatu yang tersumbat dalam organisasi, apalagi di 2024 tantangan itu akan lebih besar, mengingat kemarin di 2019 suara PG itu turun,” ungkapnya.

“Sekelas RE kalo hanya dapat 7-8 kursi di DPRD Kota Bekasi itu turun apalagi saat ini Golkar sendiri tidak punya pimpinan di Alat Kelengkapan Dewan (AKD) itukan lucu sebetulnya, apalagi kita punya Wali Kota Bekasi kenapa ndak bisa memperjuangkan AKD, ini kan menghambat sendiri bagi Wali kota untuk memperjuangkan program programnya, kenapa kader kader PG tidak ada di pimpinan,” imbuhnya.

Menurutnya, hal tersebut seharusnya dipikirkan Rahmat Effendi dan sudah seharusnya memberikan kesempatan kepada yang lain. “RE jadi king maker saja kasih masukan kepada teman-teman yang muda karena beliau adalah tokoh Partai Golkar,” tegasnya.

“Kenapa tidak berani muncul saya juga nggak tahu, mungkin saja ada persoalan internal yang kita tidak tahu, tapi mereka harus berani mendobrak dan saya sendiri mendorong itu,” bebernya.

“Biarlah saatnya anak-anak muda yang memimpin Partai Golkar Kota Bekasi dan RE biarlah sampai 2023 jadi Wali kota dan beliau konsentrasi saja di Wali kota. Anak anak muda ini punya spirit yang bagus dan pengalaman organisasi yang matang juga,” tandasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here