Demo Guru di Gedung PGRI Garut/Ist

rmoljabar Serikat Guru Indonesia (SEGI) Kabupaten Garut menyesalkan adanya seorang perwira Polres Garut yang berucap kasar.

SEGI juga menyesalkan ada ancaman akan menembak massa guru usai klarifikasi seorang warga yang menyampaikan ujaran kebencian melalui media sosial.

“Terus terang kami tidak terima (akan ditembak),” kata Ketua SEGI Garut, Apar Rustam saat dihubungi, Kamis (30/7).

Pernyataan tersebut diucapkan saat pengamanan seorang warga yang menulis ujaran kebencian terhadap guru dari kerumunan orang di Kantor PGRI Garut, Jalan Pasundan, Kecamatan Garut Kota, Selasa (28/7).

Ia mengatakan, pernyataan perwira Polres Garut yang mengancam akan menembak massa guru telah diketahui banyak pihak di lokasi, bahkan terekam video telepon seluler.

“Kami mengapresiasi di tengah kerumunan ada tindakan perwira dalam rangka mengamankan, walaupun dengan kata-kata tidak bijak,” kata Apar.

Menurut dia, polisi tentunya memiliki aturan dan prosedur dalam melakukan pengamanan di tengah kerumunan orang agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Namun dalam pelaksanaan di lapangan, kata dia, tidak seharusnya seorang perwira polisi menyampaikan ucapan kasar dan mengancam akan menembak massa guru.

“Tentu ada SOP-nya, dengan ucapan, tembakan pun tidak boleh,” kata dia.

Ia mengungkapkan, ucapan perwira itu justru memperparah kondisi di lapangan, bahkan bisa memicu emosi para guru yang akhirnya menimbulkan persoalan baru.

Apar menyatakan, pihak guru tentu siap memaafkan perwira polisi tersebut, namun untuk pelanggaran yang dilakukannya tentu harus diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Dari SEGI ada proses memaafkan tentu, tetapi apapun itu ketika menyalahi aturan maka hukum harus ditegakkan, apalagi dilakukan oknum penegak hukum harus selesai di meja hijau,” tuturnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here