Longsor sampah ke Sungai Cileuleuy/RMOLJabar

rmoljabar Keluarga Besar Pecinta Alam (KBPA) Kabupaten Subang, meminta Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH)segera mengambil tindakan dan langkah-langkah strategis, soal longsor di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Panembong yang hampir setengahnya sampah masuk ke aliran sungai Cileuleuy saat diguyur hujan.

 

Ketua KBPA Subang Gigin Fajar Sujalaga menegaskan, DLH seharusnya segera mengatasi permasalahan ini, karena banyak pihak yang dirugikan akibat longsornya Sampah ke aliran sungai.

“Sampai hari ini tidak ada tindakan. Kami sebagai pecinta lingkungan sangat kecewa dengan sikap seperti itu,” tegas Gigin, Senin (20/1).

Pasalnya, TPA Panembong mengakibatkan puluhan hektar sawah terkontaminasi racun timbal. Sedangkan racun timbal itu sangat berbahaya bagi kesehatan dan perkembangan otak manusia.

“Sampah elektronik yang dibuang itu akan menghasilkan air lindi yang berasal dari dekomposisi sampah dan infiltrasi air eksternal dari hujan. Cairan yang sangat konduktif ini masuk ke dalam tanah dan menyebabkan pencemaran air tanah, apalagi sampah-sampah itu masuk sungai,” ujarnya.

Selanjutnya, Gigin menyinggung soal rotasi mutasi, promosi dan satu kali open bidding untuk menentukan Plt Kepala DLH. Karena sampai hari ini Kepala DLH masih belum menunjukan eksistensinya untuk bertanggungjawab mengenai permasalahan yang ada.

“Hari ini kami tidak mau mencari kambing hitam. Kami hanya ingin berpesan kepada Bupati Subang H Ruhimat dan Wabup H Agus Masykur objektif dalam menentukan siapa yang layak jadi nahkoda di Dinas Lingkungan Hidup,” pungkasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here