Iwan Syahril/Net

rmoljabar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan Seri Webinar Guru Belajar ‘Adaptasi Pembelajaran Masa Pandemi’.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud, Iwan Syahrir mengatakan, wadah tersebut diberikan sebagai upaya menghimpun energi positif dengan tetap berdaya dan memberdayakan sesama pendidik di tengah pandemi Covid-19.

“Kata kuncinya adalah berbagi dan belajar. Dua kata ini saling berkaitan erat dengan nilai luhur bangsa yaitu gotong royong,” ucap Iwan, dalam keterangan yang diterima Kantor Berita RMOLJabar, Selasa (30/6).

Lebih lanjut, Iwan menjelaskan, konsep berbagi tersebut sejalan dengan Merdeka Belajar yang diterapkan di masa sekarang dan terakselerasi.

“Merdeka Belajar memberi peluang terbukanya metode pembelajaran yang fokus terhadap murid sesuai dengan kebutuhan zaman dan kondisi daerahnya,” ungkapnya.

Dalam kondisi darurat saat ini, kata Iwan, orientasi yang penting ditekankan kepada siswa adalah penumbuhan sikap mental positif dalam ekosistem pembelajaran yang merdeka.

“Fokus GTK adalah menciptakan sekolah sebagai tempat terjadinya inovasi, berbasis kepada murid, serta dapat mencapai pembelajaran yang baik untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, mandiri, kreatif, berkebhinekaan global, gotong royong, serta kritis,” jelasnya.

Iwan menilai, idealnya sekolah dapat menghasilkan pembelajaran yang holistik dengan penggabungan antara pengetahuan, sisi afektif, kemauan, serta fisik yang tumbuh, dan berkembang secara utuh bersama-sama. Berikut pesan Dirjen Iwan terkait kurikulum sederhana yang bisa kita implementasikan.

“Berilah teladan terbaik kepada peserta didik karena itulah kurikulum yang akan berbekas dan berdampak di sepanjang hidupnya,” imbuhnya.

Iwan pun mengucapkan selamat kepada para calon peserta. Ia berharap, webinar tersebut merupakan upaya terbaik yang membawa banyak kebaikan dan keberkahan untuk seluruh masyarakat di tengah keterbatasan akibat pandemi Covid-19.

“Selama sebulan kita akan belajar bersama, berbagi tantangan yang ada agar bisa dihadapi bersama,” tandasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here