Bawang Putih impor/net

Kenaikan harga bahan pokok di pasar-pasar tradisional diduga karena keterlambatan distribusi. Hal tersebut terjadi diakibatkan curah hujan tinggi, sehingga menyebabkan banjir.

 

“Dugaan tersebut berdasarkan hasil pemantauan dan penyelidikan kami dari tim Satgas Pangan sejak Januari hingga pertengahan Febuari 2020 ini,” ujar Kasatgas Pangan Polres Garut AKP Maradona Armin Mapaseng, Kamis (13/2).

Kendati demikian, Maradona menyebut harga cabe merah saat ini secara perlahan berangsur menurun. Sebelumnya, harga cabe merah ditingkat eceran Rp 80 ribu perkilo, kini menjadi Rp 70 ribu hingga Rp 75 ribu perkilo.

“Kami yakin tingginya harga cabe merah, murni disebabkan mekanisme pasar dan kelambanan distribusi. Tidak ada dugaan adanya permainan pasar ditingkat tengkulak atau distributor dan saat ini harga cabe merahpun sudah berangsur turun,” katanya.

Menurutnya, tingginya harga bawang putih impor persoalannya berbeda dengan harga cabai merah. Untuk itu, hingga saat ini pihaknya mengaku masih menunggu penanganan di tingkat pusat.

“Penanganannya tidak bisa dilakukan ditingkat lokal, tapi sudah menjadi penanganan ditingkat nasional. Sehingga kami menunggu hasil informasi pemantauan yang dilakukan satgas pangan pusat,” pungkasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here