Kesulitan Air Dan Pupuk, Petani Di Cirebon Enggan Mengolah Lahannya

Kesulitan Air Dan Pupuk, Petani Di Cirebon Enggan Mengolah Lahannya

Para petani berpikir dua kali untuk kembali menanam padi di musim tanam ketiga tahun ini. Selain mengalami kesulitan air, petani juga kesulitan untuk mendapat pupuk yang murah.


Setidaknya itu yang di alami oleh para petani asal Desa Susukan Tonggoh Kecamatan Susukanlebak Kabupaten Cirebon.

Inta (63) petani setempat, mengaku khawatir modal yang dia keluarkan sia-sia. Ia tak yakin pada musim tanam ke tiga kali ini pasokan air ke sawahnya bisa mencukupi.

Apalagi, lanjut Inta, pupuk di pasaran sedang langka, kalaupun ada harganya sangat mahal.

Inta berharap pemerintah pusat maupun daerah mencari cara agar petani mudah mendapatkan pupuk dengan harga terjangkau.

“Kami ingin Pemerintah memperhatikan nasib petani, karena harga gabah anjlok, panen pertama gabah hanya 450 ribu per kuintalnya, panen ke dua 480 ribu per kuintalnya sedangkan harga pupuk terus naik sekarang sudah 340 ribu per kuintalnya belum ongkos produksi lainnya, “ ungkapnya

Inta mengklaim dirinya satu-satunya petani yang masih menggarap sawah dimusim tanam ke tiga, sedang petani yang lain sudah tidak mau menanam padi di musim tanam ketiga ini, karena ongkos produksi tidak sebanding dengan hasilnya.

“Kami berharap Menteri Pertanian mendengar kesulitan yang dialami para petani tradisional di Cirebon, “ demikian Inta.