Tenaga Medis Yang Menangani Pasien Corona/RMOLJabar

MELIHAT merebaknya virus corona di berbagai belahan dunia, termasuk di negeri kita, kini saat kita semua bangkit sebagai pejuang dan patriot bangsa maju ke medan “perang”. Lawan virus corona. Jangan panik, apalagi takut. Mari kita munculkan semangat juang.

Spirit pantang menyerah melahirkan daya tempur luar biasa “melindas” segala bentuk serangan virus ini. Kobarkan semangat patriot kemanusiaan dan kebangsaan yang luar biasa yang kita miliki selama ini. Sikap seolah pasrah harus kita buang dalam berfikir dan bertindak serta pukul mundur virus corona.

Gelora semangat tempur yang bangkit dalam sanubari kita masing-masing dipastikan menumbuhkan mekanisme pertahanan dan perlawanan dalam tubuh kita, yang sekaligus sebagai sistem perlawanan rakyat semesta dari serangan musuh kemanusiaan, virus yang sangat kecil ini.

Karena itu, virus corona harus diposisikan sebagai musuh bersama, ibarat invasi militer asing ke suatu teritorial negara berdaulat. Sudah saatnya, kini seluruh komponen bangsa Indonesia bangkit angkat “senjata” melakukan perlawanan sesuai fungsi dan kemampuan yang kita miliki masing-masing dengan bahu-membahu.

Untuk itulah, seluruh aparat pemerintah, dari pusat hingga ke desa-desa harus segera membuat petunjuk pelaksana (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) yang operasional serta terukur untuk membangkitkan Perlawanan Rakyat Semesta terhadap virus ini.

Juklak dan Juknis harus sinkron dari pusat hingga ke desa-desa di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan demikian, rakyat sebagai kekuatan luar bisa melakukan perlawanan semesta dipadu seluruh kekuatan yang dimiliki pemerintah dari pusat hingga desa. Perlawanan ini dipimpin oleh panglima tertinggi negeri ini, Presiden Joko Widodo.

Untuk menyatukan kekuatan kita, stop debat politik yang saling menjatuhkan dan berpotensi memancing kepanikan di tengah masyarakat.

Sampai saat ini, saya sebagai akademisi komunikasi berani mengatakan, pemerintah pusat sudah sangat sungguh-sungguh menangani pencegahan penyebaran dan seluruh dampak virus ini.

Menurut hemat saya, pemerintah pusat sama sekali tidak mempunyai agenda politik terselubung, pragmatis, apalagi transaksional.

Mari kita munculkan semangat “berperang”. Satukan langkah. Rapatkan barisan. Singsingkan legan bajumu. Pandang kemanusiaan yang adil. Ingat kemanusiaan yang beradab. Serukan hanya satu kata, “lawan” virus corona. Kita pasti pemenang. Buktinya, sudah ada yang sembuh. Kita harus optimis.

Emrus Sihombing
Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH)

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here