RMOLJabar. Kodam III/Siliwangi dan PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) melakukan penandatanganan perjanjian tentang tukar menukar aset negara di Hotel Aryaduta, Jalan Sumatera, Kota Bandung, Jumat (5/7).

Perjanjian tersebut berisi kerjasama penukaran aset TNI Kodam III Siliwangi, berupa lahan Brigif Kujang II Cimahi, dengan aset PT KCIC berupa tanah berlokasi di Desa Cijayana dan Desa Samudra Jaya, Kabupaten Garut, serta fasilitas berupa kolam renang di daerah Yonarhanudse Cirebon dan Yonzibur Pangalengan.

“Jadi yang ditukar adalah 2.7 hektar, di depannya stadion yang depannya brigif 15. Nah kita dapat ganti 210 hektar di daerah garut,” ucap Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Tri Soewandono usai melakukan penandatanganan kerjasama.

Pangdam Tri memastikan, tanah yang diberikan untuk PT KCIC, tidak akan berdampak pada kinerja dan operasional TNI AD. Hal tersebut dikarenakan, lahan yang diberikan hanya sebagian kecil dari lahan Brigif 15 Kujang II Kodam III/Siliwangi.

“Sebetulnya sedikit sekali tanah yang kena itu di pinggir jalan tol, hanya untuk batas antara jalan tol dengan stadion brigif 15, dipake latihan juga gabisa, intinya kita dukung program pemerintah,” ujar Pangdam.

Saat disinggung terkait pemilihan lahan di kabupaten garut, Pangdam menjelaskan pemilihan lahan tersebut merupakan kebutuhan dari Kodam III/Siliwangi untuk dijadikan lokasi latihan di daerah selatan Jawa Barat. Hal itu dikarenakan, saat ini tempat latihan baru Kodam III/Siliwangi berada di kawasan utara Jawa Barat.

“Pemilihan dari proyeksi kami, karena kami menilai di daerah selatan itu tidak ada daerah latihan buat kami,” ungkap Pangdam Tri Soewandono.

Selanjutnya, Pangdam Tri menambahkan, tidak menutup kemungkinan lahan tersebut masuk dalam rencana strategis untuk membuat satuan baru di kawasan selatan Jawa Barat.

“Ke depan kemungkinan setelah rencana strategis memungkinkan bikin satuan baru, itu sangat tepat. Karena satuan baru saat ini ada di utara,” tandasnya.

Ditemui ditempat yang sama, Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra mengungkapkan, pihaknya memberikan apresiasi atas dukungan segenap instansi pemerintah yang telah mendukung kelancaran proses pembangunan proyek kereta cepat Jakarta Bandung.

“Penandatanganan ini merupakan wujud sinergi antara PT KCIC dengan TNI sekaligus dukungan terhadap pembangunan Proyek Strategis Nasional pemerintah yaitu Kereta Cepat Jakarta-Bandung,” ucapnya.

“Dengan adanya kerjasama ini kami optimis proses pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung dapat berjalan dengan lebih progresif sehingga mencapai target yang telah ditetapkan,” pungkasnya. [aga]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here