Alat musik asal Ciamis Kolotik/Ist

rmoljabar Kreativitas anak seni di Kabupaten Ciamis begitu besar. Mereka mampu membuat alat musik yang diberi nama Kolotik.

Kolotik merupakan akronim dari Kolotok Leutik (kecil). Seniman yang membuat Kolotik ini berasal dari Desa Bojongsalawe, Kecamatan Cimaragas, Ciamis.

Pada saat acara Ekspose Inovasi Daerah 2020 di Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kolotik ini ditampilkan.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya cukup terkesan dengan alat musik yang terbuat dari batok atau tempurung kelapa ini. Herdiat memberi apresiasi pada pembuat Kolotik ini. Yaitu Abah Nani dan Abah Latif.

“Temuan atau inovasi dari seniman Ciamis abah Nani dan Abah Latif yang berasal dari Cimaragas ini luar biasa,” ujar Herdiat.

Menurutnya, dahulu tempurung kelapa tidak mempunyai harga jual yang tinggi. Saat ini, di tangan orang-orang yang kreatif, tempurung kelapa menjadi barang yang berharga.

Sementara itu, sebagai penemu Kolotik Abah Latif menjelaskan, pada zaman dahulu Kolotik ini diberi nama Kolotok. Dan identik dengan kalung yang dipakai pada kerbau atau sapi.

Ukuran Kolotok itu cukup besar bergelantung di leher kerbau atau sapi. Tapi sekarang, Abah Latif membuat Kolotik dengan ukuran yang lebih kecil.

“Memperkecil ukuran Kolotok tersebut dan menambah kedetailannya. Sehingga dapat menghasilkan nada ; da mi na ti la da. Satu kolotik mempunyai satu nada,” ucap Juru Kunci Situs Galuh Salawe-Cimaragas ini.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here