Rita Verita/RMOLJabar

rmoljabar Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar) melalui situs resminya merilis pasien positif virus corona di Jawa Barat. Salah satu pasien yang dinyatakan positif, berada di Babakan Ciparay, Kota Bandung.

Akan tetapi, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Rita Verita memastikan, pasien tersebut tak pernah singgah di Babakan Ciparay, sejak yang bersangkutan terpapar corona.

Menurutnya, pasien tersebut sempat dirawat di Jakarta, dan langsung masuk ke salah satu rumah sakit rujukan di Kota Bandung tanpa singgah ke kediamannya di Babakan Ciparay.

Rita menyatakan, pencantuman dalam pemetaan tersebut hanya berdasarkan domilisi data kependudukan yang dimiliki pasien. Sedangkan pasien tersebut aktivitasnya di Jakarta.

“Pasien dari Jakarta langsung dibawa ke rumah sakit rujukan. Kemudian langsung mendapat penanganan. Jadi tidak pernah ke Babakan Ciparay dulu,” tutur Rita, di Balai Kota Bandung, Selasa (17/3).

Saat ini, Rita menerangkan, kondisi pasien menunjukan perkembangan yang bagus. Setiap harinya, kesehatan pasien terjangkit virus corona tersebut perlahan berangsur membaik.

“Pasien itu sudah masuk rumah sakit rujukan sejak 4 Maret. Berdasarkan informasi dari rumah sakit rujukan, pasien disimpulkan positif Covid-19 pada 14 Maret. Saat ini pasien malah sudah dalam kondisi baik,” terangnya.

Dengan demikian, kata Rita, tidak ada alasan bagi Dinkes Kota Bandung mengisolasi wilayah Babakan Ciparay, lantaran pasien tidak pernah datang ke rumahnya. Termasuk juga dengan anggota keluarganya yang dibatasi interaksinya bersama pasien.

“Sampai saat ini kami tidak mengisolasi kawasan tersebut karena berdasarkan kronologis pasien tersebut dari Jakarta langsung masuk rumah sakit rujukan. Jadi buat masyarakat Babakan Ciparay tak perlu khawatir karena pasien juga tidak sempat ke sana,” jelasnya.

Rita mengimbau, masyarakat Kota Bandung khususnya di Babakan Ciparay tidak perlu panik dengan informasi tersebut. Akan tetapi, masyarakat tetap harus waspada dan melindungi diri dengan perilaku hidup bersih dan sehat serta mengikuti anjuran dari surat edaran wali kota.

Selain itu, Rita juga mengingatkan, masyarakat Kota Bandung perlu memahami pembatasan aktivitas. Warga hanya perlu mengurangi kegiatan di luar rumah, khususnya tempat-tempat keramaian.

“Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak terlalu penting, serta tidak dimanfaatkan untuk berekreasi. Tujuannya ini untuk meminimalisir kontak dan risiko terkena virus,” tandasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here