Ilustrasi PHK/net
Tak mendapat respon positif dari Disnaker Purwakarta dan perusahaan terkait, Warman Adipura (27) korban PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) sepihak PT. Velasto Indonesia, mengadukan nasibnya ke wakil rakyat di DPRD Purwakarta, Rabu (15/01).

 

Dalam pengaduannya, karyawan beerstatus kontrak yang merupakan warga Perum Purnayuda, Desa Ciwangi Kecamatan Bungursari tersebut mendapatkan advokasi dari MPC Pemuda Pancasila Purwakarta.

Namun disayangkan, pihak terkait yang berhubungan dengan permasalahan tersebut, yakni Disnaker Purwakarta dan manajemen PT. Velasto Indonesia tidak hadir pada agendea audensi yang diterima Ketua Komisi IV DPRD Purwakarta, Said Ali Azmi dan jajarannya.

“Padahal para pihak sudah diundang, kami melihat tidak ada keseriusan dari perusahaan maupun Disnaker untuk menyelesaikan permasalahan yang menimpa buruh yang kesusahan ini,” kata Wakil Ketua MPC Pemuda Pancasila Purwakarta, Asep Kurniawan kepada awak media.

Aspe menyatakan, perusahaan tidak bisa berbuat sewenang-wenang terhadap pekerja, kendati yang bersangkutan berstatus pekerja tidak tetap (outsourcing). Hasil uji materil terhadap UU 13/2003 mengisyaratkan, para pekerja outsourcin tidak boleh diberhentikan di tengah jalan, karena kesewenang-wenangan pihak perusahaan.

Kendati status pekerja tidak tetap, kata Asep, namun pekerjaannya bersifat tetap, sehingga perusahaan tidak bisa memutus pekerjaan di tengah jalan. Sebelumnya, Asep mengaku telah mengadu ke Disnaker, bahkan melapor ke pihak kepolisian.

“Sebagai contoh pekerjaan cleaning service. Profesi tersebut merupakan pekerjaan yang sifatnya tetap, sehingga perusahaan tidak boleh mempekerjakan karyawan dengan status outsourcing. Berbeda dengan buruh bangunan yang bekerja jika ada yang menyuruh alias tidak tetap,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Purwakarta, Said Ali Azmi dalam keterangannya menyatakan, DPRD secepatnya akan mengupayakan musyawarah dan berkomunikasi dengan para pihak terkait.

“Besok segera kita undang para pihak terkait, agar masalah ini secerpatnya bisa diselesaikan dengan musyawarah yang baik dan dapat diterima oleh semua pihak yang bermasalah,” kata Said.

Diketahui, Warman yang harus menerima nasib sial diberhentikan secara sepihak oleh perusahaan tempat dia bekerja. Tanpa alasan yang jelas, dia harus keluar sebagai karyawan kontrak di PT. Velasto Indonesia. Perusahaan yang beralamat di Desa Kertamukti Kecamatan Campaka itu memproduksi sparepart kendaraan.

“Saya juga tidak mengerti alasan perusahaan. Kontrak saya setahun. Baru sembilan kerja sudah diberhentikan tanpa alasan yang jelas,” kata Warman.

Pria satu anak tersebut merasa dizdolimi perusahaan. Ia meminta pihak terkait membantu menyelesaikan permasalahannya. Pasalnya hal ini tidak hanya menimpa dirinya. “Hal serupa juga menimpa karyawan kontrak lainnya,” ujarnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here