PSBB Kota Bekasi/RMOLJabar

rmoljabar Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Perhubungan mengeluarkan aturan tata cara pemberian izin bepergian bagi masyarakat dalam kondisi darurat saat terjadinya pandemi Covid-19.

Warga atau pemohon dapat mengajukan surat pengantar kepada kelurahan setempat guna keperluan izin bepergian dikarenakan alasan darurat seperti adanya musibah seperti keluarga meninggal atau sakit keras tetapi bukan karena terinfeksi Covid-19 dan hal lainnya yang bersifat darurat.

Kabag Humas Pemkot Bekasi Sayekti Rubiah mengatakan, langkah yang harus dilewati warga atau pemohon yang ingin bepergian yakni mendapatkan surat pengantar dari RT atau RW.

“Lalu surat tersebut disampaikan ke kelurahan untuk ditandatangani dengan catatan apabila persyaratan lengkap dan keperluan dianggap darurat. Namun apabila persyaratan tidak lengkap maka akan dikembalikan dan tidak ditandatangani,” kata dia, Senin (18/5).

Kemudian, bila disetujui maka surat tersebut disampaikan ke petugas Dinas Kesehatan untuk dilakukan pengujian Rapid Test untuk memastikan kondisi pemohon dan selanjutnya Kepala Dinas Kesehatan akan memberikan surat keterangan terkait dengan hasil rapid test tersebut.

Setelah itu maka Kepala Dinas Perhubungan mewakili Tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Bekasi akan menandatangani surat izin bepergian yang diajukan pemohon jika persyaratan lengkap seperti surat pengantar RT atau RW, surat pengantar kelurahan, surat keterangan hasil Rapid Test Negatif dari Dinas Kesehatan dan jika alasannya bepergian bersifat darurat dengan disertai bukti maka akan diterima dan ditandatangani.

“Dengan adanya tata cara pemberian izin bepergian ini diharapakan warga dapat memahami dan mentaati setiap langkah dan proses dari awal pembuatan hingga terbitnya surat pemberian izin bepergian, namun ditegaskan kembali bahwa izin bepergian ini ditujukan bagi masyarakat dengan kondisi darurat, bukan untuk bepergian dalam rangka pelesiran atau bahkan mudik,” bebernya.

Dengan kebijakan tersebut, kata dia, Pemerintah Kota Bekasi mengharapkan tetap bisa menekan angka pergerakan masyarakat dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang masih berlanjut hingga tanggal 26 Mei 2020 mendatang.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here