Ilustrasi KPK/Net

rmoljabarKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini lembaga anti rasuah itu mencokok Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar (ISM) dan 6 orang lainnya  atas kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pekerjaan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutim tahun anggaran 2019-2020.

Diungkapkan Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango, 7 orang telah ditetapkan sebagai tersangka setelah sebelumnya mengamankan 16 orang di berbagai daerah seperti Jakarta, Samarinda dan Kutai Timur.

“KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji terkait pekerjaan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tahun 2019 sampai dengan 2020,” ucap Nawawi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat malam (3/7).

Ketujuh tersangka tersebut diantaranya, sebagai pihak penerima ialah Ismunandar (ISM) selaku Bupati Kutai Timur, Encek Unguria R (EU) selaku istri Ismunandar dan juga sebagai Ketua DPRD Kutai Timur.

Selanjutnya, Musyaffa (MUS) selaku Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutai Timur, Suriansyah (SUR) selaku kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Aswandini (ASW) selaku Kepada Dinas PU Kutai Timur.

Kemudian tersangka yang menjadi pihak pemberi hadiah atau janji ialah Aditya Maharani (AM) selaku kontraktor dan Deky Aryanto (DA) selaku rekanan.

Dikutip Kantor Berita Politik RMOL, dari hasil tangkap tangan ini, KPK mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 170 juta, beberapa buku tabungan dengan total saldo Rp 4,8 miliar dan sertifikat deposito sebesar Rp 1,2 miliar.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here