Kursi Wabup Cirebon Masih Kosong, Pengamat: Bupati Jangan Terkesan Ingin Jadi Single Fighter

Berlarut-larutnya proses pengisisan jabatan Wakil Bupati Cirebon mengundang tanya banyak pihak. Disisi lain, Bupati Imron Rosyadi belum bisa mengatasi berbagai permasalahan sosial, ekonomi, pendidikan, birokrasi dan dampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Cirebon.


Diungkapkan Pengamat Politik Cirebon, Sutan Aji Nugraha, kehadiran sosok Wakil Bupati akan sangat membantu Imron dalam mengatasi berbagai permasalahan yang ada.

Ia mempertanyakan sikap politik Imron yang terkesan secara sengaja membiarkan kursi Wakil Bupati tetap kosong.

“Apakah secara politik ingin single fighter dengan memperlama proses politiknya?," kata Sutan kepada Kantor Berita Politik RMOLJabar, Minggu (6/9) malam.

Dalam pandangan Sutan, Imron yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-Perjuangan Kabupaten Cirebon sebaiknya mempercepat proses pengisian jabatan Wakil Bupati.

Terlepas dari motif politik Imron, Sutan juga menduga ada perlawanan terhadap upaya pengkondisian Wahyu Tjiptaningsih menduduki jabatan Wakil Bupati.

Sutan Aji mengingatkan bahwa pengisisan jabatan wakil bupati harus sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku agar tak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

Menurutnya, Imron sebaiknya proaktif mendorong proses penetapan wakil bupati cepat tuntas.

“Proses politik dalam PAW Wabup Cirebon melalui Panlih di DPRD Kabupaten Cirebon jangan sampai gagal jika tidak ingin dikatakan single fighter, “ demikian Sutan Aji Nugraha.