Legislator Di Probolinggo Dihukum 16 Bulan Penjara Karena Palsukan Ijazah

Legislator Di Probolinggo Dihukum 16 Bulan Penjara Karena Palsukan Ijazah

Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo (nonaktif), Abdul Kadir mendapat hukuman kurungan 1 tahun 4 bulan atau 16 bulan penjara serta denda Rp 30 juta, karena terbukti melakukan pemalsuan ijazah.


 

Hukuman tersebut diberikan dalam sidang putusan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Gatot Ardian dan berlangsung di Pengadilan Negeri Kraksaan, Kamis (13/2) sore.

“Terdakwa dijatuhi hukuman 1 tahun 4 bulan. Dengan denda uang sebesar Rp 30 juta. Jika ganti rugi uang tidak dibayar, bisa diganti dengan denda kurungan penjara selama 3 bulan,” jelas Gatot dikutip Kantor Berita RMOLJatim.

Adapun vonis yang dijatuhkan kepada terdakwa pemalsuan ijazah paket C tersebut dilakukan majelis hakim dengan berbagai pertimbangan, baik yang memberatkan maupun meringankan.

“Untuk yang memberatkan, salah satunya, telah merugikan para calon legislatif yang kalah, sementara yang meringankan, sopan selama persidangan, mengakui perbuatan, dan tidak pernah dihukum,” jelasnya.

Sedangkan pidana yang dijatuhkan pada Abdul Kadir, lantaran telah melanggar pasal 69 ayat (1) UURI no. 20 tahun 2003, tentang sistem pendidikan nasional. “Apa terdakwa menerima atau masih pikir-pikir dulu? Waktu pikir-pikir tujuh hari ke depan,” tuturnya.

Sementara itu, kuasa hukum Abdul Kadir, Husnan Taufiq menyampaikan, pihaknya masih akan melakukan koordinas kliennya terkait putusan tersebut. “Kami pertimbangkan dulu,” jelasnya dengan singkat.