Longsor di Tol Purbaleunyi KM 118/RMOLJabar

rmoljabar Peristiwa longsor di Tol Purbaleunyi Kilometer 118 telah mengakibatkan 2 rumah warga di Kampung Hegarmanah, RT 03/04, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) rusak parah, 4 rumah rusak berat, serta 4 rumah lainnya terancam.

 

Kepala Desa Sukatani, Dede Supriadi menuturkan, peristiwa longsor yang melanda warganya dikarenakan aliran air di ruas Tol Purbaleunyi KM 118 tersumbat. Dikarenakan, pada Selasa (31/2) lalu, longsor juga pernah terjadi dan menyumbat saluran air sehingga membentuk semacam situ dengan kedalaman hingga 15 meter.

“Jadi genangan seperti situ dan itu warga pernah mengajukan perbaikan, namun penanganan pihak Jasa Marga tidak optimal,” ucap Dede saat ditemui di lokasi, Rabu (12/2).

Dengan tersumbatnya saluran, air yang seharusnya mengalir melalui gorong-gorong tertahan sisa material longsor. Sehingga rembesannya meluas kemana-mana dan membuat tanah di sekitar tol menjadi labil.

Permasalahan tersebut, lanjut dia, diduga sebagai pemicu terjadinya longsor yang mengancam keselamatan jiwa 80 kepala keluarga di sekitar lokasi kejadian. Meskipun ada upaya dari Jasa Marga melakukan penyedotan air, akan tetapi dikarenakan upaya yang kurang optimal serta faktor cuaca di musim penghujan maka peristiwa longsor pun terjadi.

“Memang sudah ada upaya penyedotan sebanyak 4 kali, cuma berkurangnya sekitar 5 meter,” bebernya.

Longsor di Tol Purbaleunyi KM 118/RMOLJabar

Sementara itu, Ketua RW 04 Desa Sukatani, Wahyu menyampaikan, jauh sebelum peristiwa ini terjadi, warga sudah memprediksi akan adanya longsor di areal Tol Purbaleunyi KM 118.

“Diseberangnya itu ada sawah yang tergenang, airnya juga rembes. Akumulasi air itu akhirnya mendorong tanah sawah di atas rumah warga kami hingga akhirnya menyebabkan longsor,” jelasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here