Demo Mahasiswa IAIN Cirebon/RMOLJabar

rmoljabarSejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon melakukan aksi unjuk rasa di kampusnya.

Dalam aksi yang dilakukan tepat di halaman gedung rektorat, para mahasiswa bahkan membawa miniatur keranda bertuliskan ‘Hati Nurani Rektor Mati’ sebagai bentuk kekecewaan mereka terkait beberapa persoalan.

Koordinator Lapangan, Alfian mengatakan, beberapa poin yang menjadi tuntutan dalam aksi tersebut di antaranya, mereka menginginkan adanya pemotongan uang kuliah tunggal (UKT) sebesar 30% untuk seluruh mahasiswa tanpa terkecuali.

Kemudian, mereka juga meminta pihak rektorat dapat merealisasikan subsidi kuota selama 3 bulan kepada mahasiswa untuk menunjang kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara daring.

Yang tidak kalah penting, kata Alfian, mereka pun menuntut pihak rektorat dapat membuat standar operasional prosedur (SOP) terkait pembelajaran daring.

Pasalnya, diungkapkan Alfian, selama pembelajaran daring yang telah berlangsung, ada beberapa dosen yang lebih banyak mengisinya dengan tugas-tugas ketimbang memberikan materi perkuliahan.

“Yang disepakati dalam aksi tadi baru beberapa poin, di antaranya terkait SOP pembelajaran daring dan kuota mahasiswa”, ungkapnya, Selasa (30/6).

Dijelaskan Alfian, pihak kampus telah menyepakati akan memberikan kuota sebesar 25 ribu per bulan kepada setiap mahasiswa. Sementara untuk kegiatan KKN, pihak kampus juga akan memberikan fasilitas berupa pulsa sebesar 40 ribu.

“Untuk pemotongan UKT masih akan kita bahas dan kaji. Kita akan melakukan audiensi lagi dengan para pimpinan kampus”, terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Rektor 1, Saefudin Zuhri mengatakan, pihaknya telah melakukan survei kepada mahasiswa yang dilakukan secara online untuk mengetahui respon terkait pembelajaran daring.

Dari hasil survei yang telah dilakukan, ia mengatakan, ada beberapa poin yang menjadi persoalan dalam pembelajaran daring. Dimana salah satunya yakni mengenai sinyal.

“Untuk sinyal, memang karena ada beberapa mahasiswa tinggal di daerah yang sinyalnya kurang bagus dan kuat. Dan ini bukan hanya problem IAIN Syekh Nurjati, tapi juga menjadi masalah bagi beberapa perguruan tinggi lain di Indonesia”, ujarnya.

Sementara itu, terkait SOP pembelajaran daring, Saefudin menegaskan, pihaknya segera menerbitkannya di semester yang akan datang pada 18 Agustus 2020.

“Sebelum perkuliahan dimulai akan kami sosialisasikan kepada seluruh dosen, agar kemudian semuanya dapat mengacu kepada panduan atau pedoman yang kami buat”, tandasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here