Mahasiswa di STT Muttaqien/RMOLJabar

rmoljabar Manpan Drajat digadang-gadang bakal terpilih menjadi Ketua STT Muttaqien Purwakarta untuk periode 2020-2024.

Pasalnya, sebagai dosen DPK Kopertais, Manpan dianggap memiliki kekuatan di berbagai lini. Ia juga menjabat sebagai Ketua Senat STAI, Penjabat Ketua STT dan yang bersangkutan juga merupakan pengurus yayasan. Jadi lengkap sudah untuk menguasai berbagai lini di lingkungan YPI Muttaqien Purwakarta.

Demikian dikatakan Kepala Perencanaan dan Penjaminan Mutu Internal STT Muttaqien Purwakarta, Dadan Komarul Ramdan kepada Kantor Berita RMOLJabar, Selasa (7/7).

Sementara, soal kandidat lain, pria yang kerap disapa Dakoram itu mengatakan, kandidat lainya juga punya kekuatan masing-masing. Misalnya, Ghany Heryana, sebagai pengusaha industri manufaktur, dia punya jaringan yang kuat ke sektor industri.

“Sosok seperti ini sebenarnya yang dibutuhkan oleh perguruan tinggi bidang teknik, sekarang beliau sedang menempuh S3 teknik mesin di Universitas Indonesia,” kata Dadan.

Sementara, M Chusnan Apprianto, sebagai fisikawan, sambung Dadan, dia kuat di bidang saintis dan penelitian, dia juga sebagai dosen tetap yayasan, tentu punya kans yang kuat menjadi ketua terpilih.

“Kebetulan sekarang dia sebagai ketua senat STT dan wakil ketua bidang akademik, bahkan sebagai pengurus yayasan, posisinya bisa menjadi pesaing kuat yang dapat mengalahkan Manpan Drajat,” ucap Dadan.

Menurutnya, kekurangan Chusnan hampir tidak ada, kalau pun ada hanya sedikit saja, yaitu belum selesai S3. “Tapi saya kira hal itu bisa diselesaikan dalam tahun ini, dan buat saya tidak ada masalah, kita doakan segera lulus,” kata Dadan.

Di sisi lain, ada Dadang Amir Hamzah, meskipun dipollingnya kuat dan menang dengan tingkat popularitas yang tinggi, tapi kekuatan di lingkungan YPI terlalu lemah. Pasalnya, dia hanya menjabat sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian di STT.

“Tapi sosok Dadang Amir Hamzah, paling sesuai dengan statuta STT dan sesuai juga dengan persyaratan yang dikeluarkan oleh YPI Muttaqien, hanya untuk terpilih sebagai ketua STT akan sulit bersaing melawan kekuatan Manpan Drajat dan M Chusnan Aprianto. Karena kedua nama terakhir ini sebagai pengurus yayasan tentu sangat menguasai medan,” beber Dadan.

Namun secara profesional, Dadan berpendapat bahwa Eka Purwanda dianggap paling sesuai dan cocok untuk memimpin STT. Sebagai mantan Ketua STT Texmaco, dia punya jaringan yang kuat antar perguruan tinggi bidang teknik. Diketahui saat memimpin STT Texmaco, banyak sekali kegiatan nasional yang dilakukan oleh STT Texmaco. Namun masalahnya yang bersangkutan bukan dosen tetap di YPI Muttaqien Purwakarta.

“Jadi agak sulit untuk mendapatkan dukungan mayoritas dan kemungkinan menangnya kecil,” ujar Dadan seraya mengatakan bahwa dia sendiri sebagai anggota Senat STT, saat ini tidak memiliki kekuatan dan belum bisa berbuat banyak menggalang kekuatan untuk menjadikan seseorang sebagai Ketua STT.

Fokus Tata Sistem

Saat ini, Dakoram masih fokus menata sistem, posisinya dianggap akan membuat gerah banyak orang, bahkan pihak yayasan sekalipun. Menurutnya tidak ada jalan lain agar STT segera maju dan berkembang pesat selain dengan sistem yang kokoh.

“STT umurnya sudah 20 tahun, STAI umurnya sudah 40 tahun lebih, mau kapan lagi? Saya melihat sistem harus berubah, segera masuk ke dalam habitat dan spirit penjaminan mutu. Meskipun tidak utuh, paling tidak kita kejar 65 persen atau 75 persen,” ujarnya.

Terkait dirinya yang masuk dalam kandidat, dia menganggap profilnya terkesan memaksakan diri agar sistem yang di tata segera diterapkan. Karena fokus pada sistem, maka untuk pemilihan ketua STT ini, dia akan mendukung calon yang sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Agar ketua STT yang baru nanti menjadi contoh dengan tauladan tidak rangkap sana dan rangkap sini, jabat ini dan jabat itu. Karena dengan rangkap sana rangkap situ memperlihatkan perguruan tinggi ini rapuh,” demikian Dadan Komarul Ramdan.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here