Suntono bersama keluarga Etti Binti Toyib/RMOLJabar

rmoljabar Kasus Etti Bin Toyib, tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Cidadap, Majalengka, yang nyaris di penggal di Arab Saudi menimbulkan kekhawatiran banyak warga lain yang tinggal di desa tersebut. Pasalnya, Selain Etti, ada 25 TKW lain asal Desa Cidadap yang saat ini bekerja di Arab Saudi.

Mewakili warganya, Kepala Desa Cidadap, Suntono, meminta pemerintah melalui Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk senantiasa memantau kondisi warganya yang bekerja di Timur Tengah tersebut.

“Kejadian Bu Etti sangat memilukan, kami berharap para TKW terjaga keselamatannya, terutama dalam masalah pelanggaran hukum,” kata Suntono, kepada Kantor Berita RMOLJabar, (7/7).

“Semoga tidak ada lagi kejadian seperti Bu Etti,” lanjutnya

Seperti diketahui, Etti binti Toyib merupakan TKW yang bekerja di Kota Taif, Arab Suadi asal Majalengka, Jawa Barat. Namun, ketika masuk 1 tahun bekerja, Etti harus berurusan dengan hukum lantaran dituduh telah meracuni majikannya yang berujung dengan kematian.

Etti pun diputus bersalah oleh pengadilan Arab Saudi dengan vonis hukuman mati.

Namun belakangan, atas bantuan berbagai pihak Eti berhasil lolos dari hukuman mati di Arab Saudi dengan membayar tebusan 4 juta riyal atau Rp 15,5 miliar.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here