rmoljabar Setelah sukses memproduksi sebanyak 12 film, rumah produksi Visinema Pictures kembali melepas film keluarga berjudul “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini”. Film tersebut akan tayang serentak di bioskop pada 2 Januari 2020.

 

Film yang disutradarai Angga Dwimas Sasongko, diangkat dari buku karya Marcella FP, di mana versi aslinya berisi pesan-pesan pendek. Buku yang mencerminkan pengalaman pribadi seseorang yang sederhana, namun unik dan memikat.

“Masalah pertamanya yaitu kegagalan diri sendiri. Itu menjadi problem utama, merasa ditinggalkan, merasa dikasih tanggung jawab yang lebih,” kata Angga usai Gala premiere di Cihampelas Walk, Sabtu (28/12).

NKCTHI bercerita tentang keluarga Narendra (Donny Damara). Ia dan sang Istri Ajeng (Susan Bachtiar) memiliki tiga orang anak yaitu Angkasa (Rio Dewanto), Aurora (Sheila Dara) dan Awan (Rachel Amanda), kakak beradik tersebut hidup dalam keluarga yang tampak bahagia. 

Narendra, Layaknya keluarga, berusaha sesempurna mungkin menjalankan perannya untuk menjadi seorang suami, sekaligus ayah. Sebagai seorang Ayah, Narendra tak ingin ada setetes kesedihan yang menyelimuti anggota keluarganya.

Rumah mereka dibungkus dengan kehangatan dan kedekatan. Namun tak jarang, perlakuan masing-masing keluarga menimbulkan konflik. Seperti perilaku Narendra yang terkesan lebih memperhatikan Awan, membuat Aurora semakin merasa tiada di tengah keluarganya, hingga Angkasa harus memikul beban tanggung jawab sebagai seorang Kakak. 

Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam film tersebut adalah, bagaimana para karakter dalam keluarga Narendra menerima dan menghadapi kehilangan, saat terungkapnya sebuah rahasia yang disimpan selama 21 tahun dan trauma (luka) besar dalam keluarga mereka.

Sebagai seorang Sutradara, Angga mencoba memproyeksikan sebuah Novel “NKCTHI” ke dalam dirinya sendiri. Bagaimana Ia berperan menjadi seorang anak, suami, dan ayah. Dengan begitu, kata Angga, emosi yang ingin disampaikan akan terasa oleh penonton.

“Agar feel nya sampe ke penonton dengan lembut, caranya saya buka telinga dengan mendengarkan berbagai masukan. Seperti melibatkan pemain, sehingga film ini menjadi milik bersama,” jelasnya.

“Semoga film ini bisa mewakili kita semua, bisa jadi proses healing buat yang nonton, mungkin dari kita ada permasalahan yang belum dibicarakan dengan keluarga. Seenggaknya bisa menjadi pemantik untuk memulai obrolan dengan keluarga,” tuturnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here