Presiden Joko Widodo/RMOL

rmoljabar Presiden Joko Widodo berkesempatan hadir dalam acara Kenduri Kebangsaan yang diselenggarakan di Yayasan Sukma Bangsa, Bireun, Aceh, Sabtu (22/2).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengutarakan isi hatinya lantaran tak menang di Aceh saat Pilpres 2019.

Dalam pernyataannya, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menyiratkan bahwa dirinya menghargai hak politik masyarakat Aceh yang tidak memilihnya pada tahun lalu.

Meski demikian, Jokowi tidak akan melupakan Aceh dan meneruskan pembangunan untuk kemajuan provinsi dengan nama ikonik Serambi Mekkah tersebut.

“Pemilu sudah usai pilpres juga sudah usai, marilah sekarang konsentrasi kita ke arah pembangunan dan Aceh memiliki kekuatan memiliki potensi karena ini adalah daerah modal, modal sumber daya alam, modal sumber daya manusia,” kata Jokowi saat memberikan sambutan.

Jokowi mengaku telah mengetahui Provinsi Aceh memiliki potensi besar dalam pembangunan. Pasalnya, dia mengaku pernah bekerja di Lhokseumaweh dan Aceh Tengah pada tahun 1986 hingga 1988.

Menurutnya, Aceh saat ini mengalami peningkatan progres yang cukup besar, dari sebelumnya.

“Saya kemarin melihat progres perkembangan pembangunan jalan tol, saya terus terang saja saya sampaikan, saya kaget kecepatannya luar biasa. Baru 14 bulan dikerjakan sejak ground breaking di Banda Aceh. Pembebasan lahan hampir di atas 90 persen telah selesai,” katanya, dilansir Kantor Berita Politik RMOL.

Adanya percepatan pembangunan di Aceh, kata Jokowi, menunjukkan adanya keinginan dari masyarakat Aceh yang cukup besar dengan adanya perubahan dan pembangunan.

“Ini menunjukkan yang saya baca, ini menunjukkan keinginan masyarakat untuk agar infrastruktur ini segera selesai, saya tangkap itu,” katanya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here