Hengky Kurniawan resmikan Sekolah Alam Tugu/RMOLJabar

rmoljabar Setelah bertahun-tahun tidak ada fasilitas pendidikan khususnya Taman Kanak-kanak (TK), kini di Kampung Tugulaksana, Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah berdiri TK yang mengusung konsep sekolah alam.

TK yang didirikan Yayasan Tugu Alam Lestari yang dikelola masyarakat setempat ini, kini telah memiliki fasilitas gedung sekolah berkat bantuan dari Badan Wakaf Salman Institut Teknologi Bandung (ITB).

Pengelola Yayasan Tugu Alam Lestari, M. Ali Muhsin mengatakan, dengan jumlah 600 kepala keluarga (KK) menjadi sebuah ironi tersendiri dengan tidak lengkapnya infrastruktur pendidikan di kampung yang didiaminya sejak lima tahun belakangan ini.

Sehingga, sejak tiga tahun silam, dirinya berdiskusi dengan masyarakat setempat dan membentuk sebuah TK yang memanfaatkan rumah warga serta pengajian rutin bagi anak-anak yang bertempat di rumah salah seorang ustadz.

“Tiga tahun kebelakang ngobrol dengan warga dan membuka fasilitas TK. Alhamdulillah sekarang sudah mendapat akreditasi dari Departemen Agama,” ucapnya saat ditemui Sekolah Alam Tugu, Sabtu (7/12).

Dipaparkan Ali, di Kampung Tugulaksana sangat minim fasilitas pendidikan. Karena hanya ada 1 SD, 1 pesantren setara SMP, dan 1 pesantren setara SMA.

“Kemudian ada masukan dari warga untuk fasilitas pendidikan untuk anak-anak. Bahkan warga ingin juga ada sekolah SMP dan SMA disini karena kan tidak semua pengen masuk pesantren,” ungkapnya.

Sebelum ada Sekolah Alam Tugu, disampaikan Ali, warga Tugulaksana menyekolahkan anaknya ke sekolah di sekitaran Ciumbuleuit-Bandung atau ke wilayah Lembang dengan jarak yang sama yakni, 5 kilometer dengan menggunakan jasa transportasi ojek karena tidak tersentuh transportasi angkutan umum.

“Jadi kalau pun sekolah tapi ongkosnya tinggi,” terangnya.

Direktur Badan Wakaf Salman, M. Khirzan Noe’man mengatakan, dengan belum tersedianya infrastruktur pendidikan di Desa Pagerwangi khususnya di Kampung Tugulaksana banyak anak yang putus sekolah dan mengambil jalur Paket B atau C.

Akibatnya, karena jauhnya jarak tempuh baik ke sekolah yang ada di Lembang maupun di Bandung, berdampak terhadap besarnya biaya yang harus dikeluarkan supaya anak bisa bersekolah tinggi.

Maka dari itu, lanjut Khirzan, wakaf sebesar Rp 150 juta untuk Sekolah Alam Tugu menjadi pilot project untuk mengentaskan persoalan pendidikan maupun ekonomi yang bertahun-tahun dialami masyarakat Tugulaksana.

“Ke depannya, kita akan bebaskan lahan untuk dikelola masyarakat baik untuk bidang pertanian maupun peternakan yang hasilnya nanti digunakan untuk mengembangkan pendidikan di kampung ini,” pungkasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here