Pantai Sayang Heulang/RMOLJabar

rmoljabar Pemkab Garut telah membuka sejumlah tempat wisata pada bulan Juni ini. Dengan pemberlakuan new normal (masa normal baru), tempat wisata diminta menyesuaikan diri dengan aturan tersebut.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut mencatat, selama tiga pekan masa normal baru situasi Covid-19 tingkat kunjungan wisatawan ke berbagai objek wisata di Garut didominasi wisatawan lokal, sedangkan dari luar daerah tergolong masih sedikit.

“Alhamdulillah sekarang wisatawan ke Garut sudah banyak, bahkan di ‘new normal’ ini didominasi wisatawan lokal,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut, Budi Gan Gan, ditemui di Pemda Garut, Selasa (30/6).

Berdasarkan kajian di lapangan, terang Budi, selama ini warga Garut cenderung berwisata ke luar daerah. Akan tetapi sejak wabah Covid-19 dan diberlakukan new normal, banyak warga yang berwisata di daerah sendiri.

Menurutnya, objek wisata yang banyak dikunjungi cukup beragam, terutama wisata alam seperti gunung dan pantai dengan aktivitas atau kegiatan di luar.

“Wisata di Garut ini diramaikan dari dalam, tidak hanya dari luar saja, hampir semua tempat wisata, terutama yang ‘outdoor’, baik gunung, laut, sungai, air panas dan sebagainya,” kata Budi.

Ia mengungkapkan, dibukanya kembali sektor pariwisata di Garut telah mendorong sektor usaha lainnya berkembang, seperti hotel, restoran dan ragam pedagang di tempat wisata.

Budi menuturkan, pengakuan dari pedagang di objek wisata, banyak yang usahanya sudah mulai menggeliat mendapat penghasilan untuk kebutuhan hidup dengan adanya kunjungan wisatawan.

“Kemarin kita pantau daerah selatan, ada testimoni dari para pedagang, katanya Alhamdulillah sekarang sudah bergairah lagi usahanya,” tuturnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here