Obon Tabroni Letakkan Batu Pertama BLK Multimedia Satu-Satunya Di Kabupaten Bekasi

Obon Tabroni Letakkan Batu Pertama BLK Multimedia Satu-Satunya Di Kabupaten Bekasi

Anggota Komisi IX DPR RI, Obon Tabroni meletakkan batu pertama pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) di Pondok Persantren Umar Bin Khattab, Jalan Pulo Murub, Desa Sukawijaya, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi.


BLK ini, kata Obon, akan dibangun secara spesifik untuk pelatihan di bidang multimedia. Sebab, melihat perkembangan jaman saat ini, peluang usaha di bidang tersebut masih terbuka lebar.

"Kita buat BLK di sini, karena kita tahu sendiri kondisi BLK dan fasilitas yang dimiliki Kabupaten Bekasi seperti apa. Rencananya saya mau buat 7 BLK dengan spesifikasi keahlian yang berbeda. Sekarang kita mulai dari multimedia dulu," kata Obon Tabroni, Minggu (13/9).

Ia juga memilih pesantren menjadi tempat yang dibuat BLK tersebut, untuk menjawab paradigma yang menyebut lulusan pesanten harus berprofesi di bidang keagamaan saja.

"Kenapa harus pesantren, karena jangan sampai anak-anak kita lulus pesantren orientasinya jangan hanya keagamaan saja," ungkapnya.

"Karena kedepan banyak peluang-peluang kerja peluang bisnis, di jaman kedepan harus seperti itu. Mereka bisa jadi youtuber, gamer, jualan online, bikin konten, atau bikin aplikasi sederhana, peluangnya banyak. Di BLK Multimedia ini mereka bisa belajar buat seperti itu," tambahnya.

Selain BLK Multimedia, tambah Obon, akan dibuat BLK lain yang berorientasi pada lingkungan sekitar.

"Mudah-mudahan tiap kecamatan ada BLK. Jadi orientasinya kita lihat lingkungan, kayak Pebayuran mungkin kedepan kita buat BLK alat pendingin. Nanti untuk wilayah deket laut kita buat BLK tentang kelautan seperti pengelolaan rumput laut, cara budidaya laut, tambak. Terus BLK di Attaqwa Babelan, di daerah Setu, pokoknya di tujuh wilayah kita akan bangun," bebernya.

Ia berharap dengan pembuatan BLK di masing-masing wilayah. Lulusan baru juga dibekali skill yang mumpuni untuk bisa bersaing.

"Yang penting kita berikan skill dulu, apa jadi pengusaha, jadi wiraswasta karyawan pabrik terserah jadi apa. Harapannya dengan BLK ini, anak-anak muda Bekasi yang selama ini ngeluh pengen kerja di pabrik, mending buka usaha aja sendiri. Yang orang selama ini dibilang susah cari kerja, menurut saya lebih bagus ciptakan dunia kerja sendiri dengan ilmu yang didapat dari pelatihan di BLK," ujarnya.

Kemudian, kata dia, bangunan pada BLK ini dibuat dengan spesifikasi yang tinggi melebihi apa yang dianjurkan pemerintah. Jika nantinya ditemukan bangunan tersebut tidak sesuai spek, tak segan ia sendiri yang akan membongkarnya.

"Speknya ini lebih tinggi dari standar yang dianjurkan pemerintah, cek aja coba, kalau nanti ternyata ditemukan bangunannya gak sesuai spek. Gua sendiri nanti yang bongkar, minta supaya dibenerin," tandasnya.