Pandemi Corona, Lapas Majalengka Bebaskan 39 Narapidana

Pandemi Corona, Lapas Majalengka Bebaskan 39 Narapidana

Lapas Kelas II B Kabupaten Majalengka lakukan program asimilasi dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Hukum dan HAM untuk membebaskan 30 ribu narapidana lebih cepat dari masa tahanan.


Kepala Lapas Majalengka, Suparman menyampaikan, sesuai Permenkum HAM nomor 10 tahun 2020 tentang syarat pemberian asimilasi serta hak integrasi bagi narapidana dan anak, maka diadakan percepatan pembebasan warga binaan Lapas sebagai pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

"Asimilasi di sini, yakni bagi warga binaan yang telah menjalani setengah dari masa pidana dan dua pertiga tidak lebih dari tanggal 31 Desember 2020 bakal bebas lebih cepat," ujar Suparman kepada Kantor Berita RMOLJabar, Jumat (3/4).

Dijelaskan dia, narapidana yang mendapat program pembebasan bersyarat dan asimilasi percepatan hanya warga binaan yang terjerat kasus pidana umum, seperti pembunuhan, pencurian dan lain sebagainya. Adapun untuk kasus narkoba dan korupsi tidak diberikan.

"Bagi mereka yang telah memenuhi ketentuan asimilasi kita integritasikan dengan program pembebasan bersyarat cuti menjelang bebas dan cuti bersyarat serta merupakan warga binaan yang terjerat kasus pidana umum itulah ketentuan dalam program pembebasan bersyarat dan asimilasi percepatan" kata Kalapas.

Sementara bagi warga binaan yang terkait dengan PO nomor 99 tahun 1999, terangnya, asimilasi tidak bisa dilaksanakan karena adanya persyaratan khusus yang harus dipenuhi.

"Untuk di Lapas kelas II B Majalengka sampai dengan hari ini, total sejumlah 39 orang warga binaan yang bebas atau mendapat program asimilasi percepatan," ungkapnya.