Mentri KKP Edi Prabowo didampingi Wakil Bupati Garut Helmi Budiman/Ist

rmoljabar Pantai Selatan Jawa dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya udang. Untuk itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan Pantai Selatan Jawa menjadi sentra budidaya udang di Indonesia dalam lima tahun ke depan.

Demikian disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edi Prabowo saat meninjau panen raya udang, di Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jumat (19/6). “Ke depannya, seluruh Pantai Selatan Jawa akan jadi basis sentra budidaya udang,” jelas Edi.

Edi mengungkapkan, potensi besar dalam pengembangan budidaya udang, salah satunya terlihat dari kondisi air di Pantai Selatan Jawa yang tergolong bagus, serta ketersediaan lahan yang cukup luas.

“Kawasannya masih banyak dari Jawa Barat, Jateng sampai Jatim, itu masih potensi. Saya nggak akan berfikir muluk-muluk, yang ada dulu yang di depan mata ini juga sudah luar biasa,” kata dia.

Menurut Edi, soal lahan saat ini memang ada tumpang tindih kepemilikan dengan Perhutani dan kehutanan hingga pertambangan. Akan tetapi, dirinya meyakini hal tersebut akan bisa diselesaikan dan ada jalan keluarnya.

“Ini hanya masalah waktu menyiasati dan mencari jalan keluar, kepala daerah juga sangat antusias,” terangnya.

Edi menargetkan, dalam lima tahun ke depan, ada 100 ribu lahan tambak baru yang intensif tercipta di Pantai Selatan Jawa. Jika itu terjadi, maka tingkat produksi udang Indonesia bisa mencapai 4 juta ton per tahun.

“Target saya, nggak muluk-muluk, 5 tahun ini kalau ada tambahan 100 ribu hektar (tambak) yang langsung intensif, itu luar biasa. 100 ribu hektar dikali 40 ton, jadi 4 juta ton per tahun,” tuturnya.

Untuk mencapai itu, menurut Edi strateginya sangat sederhana yaitu dengan komunikasi terbuka bersama pemangku kepentingan wilayah. Dengan demikian, dirinya meyakini ada percepatan yang baik.

Sementara terkait permodalan, ke depannya didorong payung hukum dari OJK dan Bank Indonesia sebagai upaya peningkatan peran serta swasta dalam pengembangan lahan tambak.

“Soal anggaran bisa sambil jalan, itu nggak sulit. sisanya tinggal Perbankan kedepannya payung hukum dari OJK dan BI, APBN siap tapi belu m cukup, peran swasta akan ditingkatkan terus,” paparnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here