Emak-emak tengah membuka water barrier/Ist

rmoljabar Emak-emak di Pantai Rancabuaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut membuka akses jalan yang diblokir oleh petugas. Mereka kesal karena kawasan pantai menjadi sepi.

Aksi emak-emak itu terekam dalam sebuah video dan beredar melalui aplikasi WhatsApp. Dalam video berdurasi 12 detik itu, emak-emak nekat menggeser water barrier yang dijadikan alat blokir jalan.

Puluhan emak-emak itu lantas memperbolehkan kendaraan pick up yang mengangkut penumpang untuk masuk ke kawasan pantai. Setelah portal dibuka, mereka melambaikan tangan meminta mobil untuk masuk.

Perekam video pun tertawa saat melihat aksi emak-emak itu. “Hahahaha masuk, masuk,” ucap wanita yang merekam video itu.

Sejumlah petugas yang berjaga pun tak bisa berbuat banyak. Mereka hanya bisa menyaksikan aksi emak-emak tersebut.

Asep Hidayat (42), warga Kecamatan Caringin, membenarkan aksi tersebut. Pembukaan portal di pintu gerbang Pantai Rancabuaya terjadi pada Selasa (26/5) sore. Menurutnya, emak-emak tersebut merupakan pedagang musiman di Pantai Rancabuaya.

“Mereka kesal karena akses masuk ke pantai ditutup. Akibatnya, mereka tak bisa berjualan karena tidak ada wisatawan,” ucap Asep saat dihubungi, Rabu (27/5).

Asep menyebut, emak-emak tersebut salah paham dengan penyekatan yang dilakukan petugas. Penyekatan dilakukan untuk mencegah adanya wisatawan dari luar Garut masuk ke pantai.

“Sebenarnya kalau wisatawan lokal boleh ke pantai. Cuma tidak boleh berkumpul. Kalau yang dari luar seperti Bandung atau Jakarta itu yang tidak boleh,” kata Asep.

Sejumlah wisatawan, lanjutnya, banyak yang memilih ke Pantai Rancabuaya. Setelah Pantai Santolo, Sayangheulang, dan Pantai Jayanti di Cianjur ditutup. Namun, petugas akhirnya juga menutup Pantai Rancabuaya.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya sudah meminta tim satgas kecamatan untuk melakukan edukasi ke warga.

“Satgas kecamatan sudah melakukan edukasi ke warga. Wisatawan juga diberi pemahaman agar tak masuk dulu,” kata Helmi.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here