Parade Lintas Agama Sukses Menarik Perhatian 6.000 Orang

Parade Lintas Agama Sukses Menarik Perhatian 6.000 Orang

Parade lintas agama yang berlangsung di sekitar Jalan Asia-Afrika, pada Sabtu (15/2) pagi, sukses menarik perhatian 6.000 orang lebih untuk berkumpul di depan Gedung Merdeka.


 

Dalam acara tersebut, ditampilkan berbagai kesenian seperti calung, angklung, reog, hadroh, gambus, marawis, qosidah, barongsai, pencak silat, wushu, marching band, dan juga paduan suara.

Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), Ahmad Suherman menyatakan, ciri-ciri bangsa yang beradab adalah mereka yang mencintai kerukunan dan persahabatan dengan cara damai.

"Masyarakat yang berperadaban menjunjung etika, moralitas, dan toleransi. Kerukunan umat beragama adalah hidup rukun dan bertoleransi, bukan berarti antar kepercayaan di campur adukan. Ini adalah masalah akidah dan rukun masing-masing," tutur Ahmad.

Menurutnya, Bandung sebagai Rumah Bersama artinya, di dalamnya terdapat berbagai etnis, dan umat beragama. Sehingga dalam keberanekaragaan, masyarakatnya tetap berkeluarga dalam menciptakan Kota Bandung sebagai Rumah Bersama.

Salahsatu wisatawan asal Jakarta, Lilis (40) mengakui, dirinya sengaja datang dari Jakarta untuk menyaksikan parade lintas agama. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat positif dan dapat mempererat persatuan antar umat beragama.

"Bagus mengundang antusias orang-orang jadi mengenal umat antar agama, mempererat persatuan biar pada rukun, biar lebih menghargai sesama agama. Maunya tiap tahun, buat hiburan juga jadi biar anak cucu mengenal kebudayaan dan agama-agama yang ada di Indonedia," tuturnya.