Pasar Lesu Imbas Corona, Peternak Ayam Broiler Pangandaran Banting Harga

Pasar Lesu Imbas Corona, Peternak Ayam Broiler Pangandaran Banting Harga

Kehilangan Pasar dalam Pandemi Covid-19, Peternak ayam broiler di Kabupaten Pangandaran mulai banting harga karena takut rugi terlalu besar.


Bagaimana tidak, dari semula pelanggan bisa menerima dengan jumlah banyak, hari ini penjualan mulai susah karena pembatasan wilayah dan penutupan kawasan wisata.

Panen terus berlangsung, ayam di peternakan terus mengalami penumpukan, sementara pasar tidak ada yang menerima. Akhirnya, peternak menghawatirkan kematian ayam secara masal.

Ketika panen tiba, biasanya para peternak sudah punya pasar di dalam dan diluar kota diantaranya pasar tradisional, hotel dan restauran. Nahas, pasca pengetatan wilayah, semua pasar luar kota tutup.

“Kalau ayam mati masal, ini malah kita bisa gigit jari. Daripada terjadi hal demikian, lebih baik kami banting harga,” jelas peternak ayam asal Kecamatan Parigi, Aris Fajar (38) kepada Kantor Berita RMOLJabar Sabtu (4/4).

Harga penjualan ayam hidup, kata Aris bervariasi. Dari mulai Rp 15.000 per Kilogram, hingga hari ini turun drastis menjadi Rp 10.000 saja.

“Biasanya di angka Rp 20.000 per kilogram. Nah kalau yang sudah disembelih dan dibubut, sekarang harganya Rp 13.000 yang asalnya Rp 23.000,” tandasnya.