Kondisi jalan yang berada di dekat longsor di Tol Purbaleunyi KM 118/RMOLJabar

rmoljabar Meski longsor telah mengakibatkan 10 rumah warga dan sawah seluas 3 hektare rusak parah akibat tertimbun material longsor. Akan tetapi Tol Purbaleunyi Kilometer 118 masih berjalan normal.

 

Hal ini disampaikan Humas PT. Jasa Marga, Nandang Elan saat ditemui di lokasi longsor, Rabu (12/2).

Disampaikan Nandang, bencana longsor yang menerjang Kampung Hegarmanah, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tidak hanya mengancam pemukiman warga namun mengancam badan jalan Tol Purbaleunyi, KM 118.

Pasalnya, longsor telah menggerus tebing setinggi 15 meter dengan lebar 30 meter ini, hanya berjarak 7 meter dari badan jalan.

“Tentu sangat memungkinkan berdampak ke ruas jalan tol sebab jaraknya hanya 7 meter,” ucapnya.

Kendati begitu, dia menuturkan, ruas jalan tol masih berjalan normal namun ada penyempitan di jalur B yakni, arah Bandung menuju Jakarta. Sementara jalur A, arah Jakarta menuju Bandung masih berfungsi dua lajur.

“Lajur di dua jalur tetap aktif, hanya yang berbatasan dengan titik longsor dipersempit. Untuk antisipasi kita pasang juga rubbercone,” jelasnya.

Tebing yang tergerus akibat longsor di dekat Tol Purbaleunyi KM 118/RMOLJabar

Disinggung soal penyebab longsor, dia menerangkan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab pasti terjadinya longsor yang menyebabkan 2 rumah rusak parah, 4 rumah rusak berat, 4 rumah lainnya terancam, serta sawah seluas 3 hektare turut tertimbun material longsor.

“Tapi memang kontur tanahnya memang labil karena persawahan terasering, ditambah lagi dengan rembesan air dari genangan di seberangnya. Tanahnya bergerak hingga menyapu sawah dan rumah warga,” bebernya.

Saat ini, pihak PT. Jasa Marga tengah melakukan upaya penyedotan sisa genangan air untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan. “Untuk saluran yang tersumbat kita lakukan penyedotan dan membuat saluran pengganti sehingga air bisa mengalir ke saluran itu,” pungkasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here