Pasokan Solar Tersendat, Armada Sampah KBB Mogok

RMOLJabar. Pengangkutan sampah di Kabupaten Bandung Barat kembali tersendat. Setengah dari armada angkut sampah tidak bisa operasional akibat kehabisan bahan bakar minyak (BBM), Kamis (31/1).


Pantauan di pool UPT Kebersihan, Jalan Gedong Lima, Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat, terparkir truk sampah yang berhenti beroperasi.

Salah seorang awak truk mengatakan, pengangkutan sampah tidak bisa dilakukan karena anggaran BBM tidak ada. Mereka lebih memilih duduk-duduk di pool UPT sambil menunggu kabar dari Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala UPT Kebersihan KBB, Rudi Huntadi yang tengah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat.

"Bukannya kami enggan menarik sampah, tapi truk mana bisa jalan kalau enggak ada bensin," kata awak truk yang minta namanya tidak ditulis.

Plt. Kepala UPT kebersihan, Rudi Huntadi membenarkan jika sebagian truk tidak bisa operasional.  Sebagiannya sudah mengangkut sampah seperti biasa.

"Armada yang berangkat tadi subuh masih bisa melakukan pelayanan. Tapi sebagian tidak bisa operasional karena kehabisan BBM," kata Rudi via telepon.

Kebutuhan BBM armada pengangkutan sampah berkisar antara 35-41 liter per hari. Paling besar penggunaan bahan bakarnya armada yang melayani pengangkutan sampah di Kecamatan Lembang dan Cililin.

UPT Kebersihan memiliki 39 truk, 4 armada pengangkut sampah liar (APSL) dan 10 motor pengangkut sampah. [yls]