Ilustrasi air/Net

rmoljabar Masyarakat Kecamatan Bojong masih menunggu hasil audiensi dengan DPRD Purwakarta terkait permasalahan distribusi air bersih di Kecamatan yang menjadi salah satu sumber mata air itu.

Perwakilan Masyarakat Bojong Acep Munawar mengatakan, hampir seluruh wilayah di Kecamatan Bojong tidak menikmati air yang bersumber dari kecamatan tersebut, khususnya di Desa Cipeundeuy, Kertasari, dan Cihanjawar.

“Mirisnya masyarakat Bojong tidak merasakan itu, sementara distribusi untuk ke kecamatan Purwakarta lancar,” terang Acep, Minggu (9/2).

Dia juga menyebut, persoalan mandulnya distribusi air bersih tersebut ialah dari PDAM sendiri. Pasalnya pihak PDAM dirasa memberatkan dalam sistem pemasangan saluran PAM.

“Kan ada aturan harus ada 10 orang untuk bisa mengajukan pemasangan saluran PAM. Sementara harga Rp1,7 juta untuk pemasangan juga memberatkan kami,” papar dia.

Sementara Ketua Komisi II pada DPRD Purwakarta, Alaikasalam mengatakan, pihaknya sudah melakukan kordinasi dengan PDAM terkait penuntasan masalah mandulnya distribusi air di Kecamatan Bojong.

“Sudah kita koordinasikan. Tinggal nanti tunggu saja kebijakan PDAM, aspirasi masyarakat sudah kita sampaikan,” paparnya.

Sementara, Camat Bojong Wawan Darmawansyah mengaku, belum mengetahui persoalan mandulnya distribusi air bersih di beberapa desa di wilayah tersebut. “Belum tahu, belum ada kordinasi terkait permasalahan itu,” terang Wawan saat dikonfirmasi melalui selulernya.

Sampai berita ini dituli, pihak PDAM belum bisa dimintai keterangan.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here