Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno/RMOLJabar
Asosiasi Pedagang Pasar Cikarang (Aspec) mendesak Bupati Bekasi untuk melanjutkan program Revitalisasi Pasar Cikarang. Saat ini, kondisi pasar tersebut dinilai Aspec telah sangat memprihatinkan dan tak layak lagi untuk dijadikan tempat berjualan.

 

Desakan tersebut, tertuang dalam surat Asosiasi Pedagang Cikarang (Aspec) kepada Bupati Bekasi Eka Supria atmaja tertanggal 19 Desember 2019 yang lalu, perihal desakan pedagang terkait berlarutnya program revitalisasi Pasar Baru Cikarang.

Menanggapi desakan tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno mengatakan, revitalisasi yang sedianya akan dilakukan dengan konsep Build Operate and Transfer (BOT) dan statusnya dimenangkan PT Sanjaya Rezeki Emas belum dapat disetujui DPRD. Sehingga, proses revitalisasi belum bisa dilanjutkan.

Nyumarno menjelaskan, sekira tahun 2018, bupati sebelumnya yang dijabat Neneng Hasanah Yasin mengajukan persetujuan kepada DPRD terkait perjanjian kerja sama antara PT Sanjaya Rezeki Emas dengan Pemkab Bekasi. Namun saat pengambilan keputusan akhir dalam rapat paripurna, DPRD belum dapat menyetujui Perjanjian Kerja Sama (PKS) karena sejumlah faktor.

“Ada penolakan dari pedagang pasar kala itu soal pembangunan, kemudian biaya sewa kios yang mahal bagi pedagang pasar, penolakan pedagang pasar terhadap konsep pembangunan yang tertuang di PKS, ada pengaduan ke Ombusman, serta ada dugaan yang mengindikasikan perusahaan pemenang tidak cukup modal untuk melakukan pembangunan. parameternya adalah bank garansi perusahaan pemenang tersebut,” kata Nyumarno, Rabu (15/01).

Meski sempat ditolak, pihaknya sebagai legislator tidak bisa memutus kontrak dengan PT Sanjaya Rezeki Emas karena perusahaan tersebut adalah pemenang lelang. Namun, saat ini Pemkab Bekasi dan PT Sanjaya Rezeki Emas masih dapat melanjutkan BOT. Dengan catatan, harus kembali mengajukan persetujuan kepada DPRD dengan memperbaiki isi perjanjian kerja sama.

Dalam revitalisasi tersebut, PT Sanjaya Rezeki Emas masih menjadi pemenang proyek dan belum gugur secara hukum. Hanya saja, pihaknya mempertanyakan dilanjutkan atau tidaknya status pemenang proyek tersebut.

“Jika masih mau lanjut harus direvisi perjanjian kerjasamanya, misal nilai proyek pembangunan BOT awalnya Rp 500 miliar lebih, kita berikan kesempatan untuk mengajukan draft perjanjian kerja sama baru dengan nominal rupiah turun misalnya, atau yang dikerjakan hanya pada pembangunan pasarnya saja, tidak pakai apartemennya, boleh silahkan diajukan kembali ke DPRD untuk dilakukan permohonan persetujuan PKS melalui Bupati Bekasi,” jelas dia.

Namun demikian, kata dia, yang perlu menjadi catatan dalah Pemkab Bekasi dan PT Sanjaya Rezeki Emas harus duduk bersama dan bersepakat untuk merevisi isi perjanjian kerja sama. Kemudian, hasil dari kesepakatan terrsebut harus disosialisasikan kepada para pedagang di pasar tersebut.

“Termasuk kepada semua asosiasi pedagang baik Aspec maupun FKP2B atau asosiasi lainnya, harus ada kesepakatan jaminan keberlangsungan para pedagang lama untuk bisa berdagang saat revitalisasi Pasar Cikarang nanti dilanjutkan,” tandas Nyumarno.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here