Presiden Joko Widodo dan Menkes Terawan Agus Putranto/Net

BEM KEMA FPEB mendesak pemerintah untuk serius dalam perlindungan warga negara Indonesia yang terpapar Virus Corona dan mencegah meluasnya dampak virus Corona di Indonesia.

Pemerintah wajib melindungi hak warganya untuk mendapatkan lingkungan yang baik dan sehat serta memperoleh pelayanan kesehatan sebagaimana mandat konstitusi.

Sampai saat ini, tercatat 89.000 lebih kasus orang terinfeksi virus Corona (COVID-19) di seluruh dunia, sebanyak 3000 lebih korban meninggal. Di Indonesia, 2 korban yang terinfeksi baru saja diumumkan pemerintah Indonesia (02/03).

Pemprov DKI Jakarta juga sebelumnya telah mengumumkan ada 115 kasus orang yang diduga terpapar virus Corona. Meskipun angka ini sebelumnya dibantah oleh Menteri Kesehatan. Selain itu, telah terdapat 13 WNI yang positif terinfeksi virus Corona di luar negeri. Terdapat pula puluhan ribu warga negara Indonesia yang menjadi tenaga kerja di negara-negara yang sedang mengalami wabah virus Corona yang belum diketahui kondisinya.

Sejauh ini pemerintah baru memberlakukan pemulangamterhadap 238 mahasiswa Indonesia yang tinggal di Wuhan, China, tempat awal virus Corona menyebar.

Perhatikan Kesehatan Dan Rasa Aman Masyarakat

Dengan keluarnya beberapa perhatian dunia terhadap penanganan kasus corona di Indonesia, BEM KEMA FPEB Menilai Indonesia harus memperhatikan secara serius rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait dengan penanganan penyebaran virus corona (COVID-19).

Rekomendasi yang disampaikan melalui surat Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada Presiden Jokowi itu, salah satunya soal peningkatan mekanisme tanggap darurat, termasuk lewat penetapan status Darurat Nasional.

Rekomendasi Darurat Nasional dari WHO kepada RI ini bukan hal yang berlebihan mengingat Badan Kesehatan PBB tersebut sudah lebih dulu menetapkan Darurat Global terkait penyebaran COVID-19. Terlebih jumlah kasus corona di Indonesia kian hari kian meningkat cepat,

Selain itu, rekomendasi WHO agar mengintensifkan imbauan kepada masyarakat untuk menghindari aktivitas sosial, juga perlu menjadi perhatian khusus mengingat populasi penduduk RI terbesar keempat di dunia, dengan kepadatan tinggi di kota-kota tertentu.

Kami menilai pemerintah selain punya tanggung jawab melindungi rakyatnya dari corona, pemerintah RI juga memiliki tanggung jawab kepada komunitas internasional untuk meredam pandemik global tersebut.

Benahi Manajemen Komunikasi Publik

BEM KEMA FPEB menuntut pemerintah untuk lebih memperhatikan Psikologis Publik dengan membatasi dan bila perlu melarang semua bentuk komunikasi publik dari para pejabat yang tidak memiliki relevansi dan/atau kepakaran di bidang medis, atau kesehatan publik. Termasuk media, sebaiknya juga tidak perlu mencari narasumber/pendapat dari pejabat atau orang-orang yang tidak memiliki keahilian di bidang kesehatan.

Agar Masyarakat mendapatkan informasi yg benar, akurat dan terpercaya dalam perkembangan kasus corona ini, kami menilai Kestabilan Public itu cukup penting karena pentingnya pemerintah untuk memperhatikan Kondisi psikologis masyarakat yg mulai sedikit terganggu akibat Endemis virus ini.

Tingkatkan penanganan, pencegahan serta Restorasi di masyarakat
Kami menilai pemerintah perlu Menjamin mutu manajemen penelusuran kasus yang teliti dan transparan. Identifikasi klaster-klaster yang positif, lacak orang-orang yang berpotensi tertular atau jadi carrier. Bila perlu lakukan upaya ‘partial isolation’.

Pemerintah harus meningkatkan Upaya pencegahan dan pengendalian infeksi yang cermat, terpercaya. Manajemen keramaian publik termasuk melarang acara publik.

Respon pemerintah yang cepat, akurat dan bertanggung jawab justru akan berdampak positif karena akan memulihkan kepercayaan publik dan meningkatkan kesiapan warga menghadapi situasi seperti ini.

Oleh: Muhammad Zeinny dan Rudy Setiawan
Penulis adalah Ketua BEM KEMA FPEB
Kementrian Kajian dan Aksi Strategis BEM KEMA FPEB
Koordinator Forum Mahasiswa Peduli Ekonomi Bangsa

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here