Pemkab Garut Berencana Berlakukan Denda Karena Masyarakat Sulit Disiplin Gunakan Masker

Pemkab Garut Berencana Berlakukan Denda Karena Masyarakat Sulit Disiplin Gunakan Masker

Bupati Garut Rudy Gunawan mengakui, saat ini Pemkab Garut kesulitan melakukan pengendalian pergerakan masyarakat dan menjaga disiplin penggunaan masker.


Kondisi ini, membuat pemerintah daerah kesulitan melakukan pengendalian wabah Covid-19.

"Makanya, penegakan hukumnya dengan masker saja sudah, jadi ini berat bagi kita kalau masyarakat tidak disiplin, susah. Pakai masker adalah sama dengan lockdown, PSBB," katanya, Jumat (14/8).

Pemkab Garut sendiri, berencana akan memberlakukan denda bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker.

Namun, sepertinya pelaksanaannya akan dilakukan oleh TNI-Polri sesuai instruksi presiden.

"Denda akan diberlakukan sesuai perintah presiden, instruksinya ke Kapolri dan Panglima TNI," katanya.

Sementara itu, Yeni Yunita, Humas Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Garut dari data hingga Kamis 13 Agustus 2020 pukul 18.00, terdapat penambahan dua kasus konfirmasi positif.

Total sudah ada 56 kasus konfirmasi positif Covid-19 yang terjadi di Garut.

Humas Gugus Tugas Covid-19 Garut, Yeni Yunita mengatakan, kasus konfirmasi positif ke 55 atau KC-55 yakni seorang perempuan berusia 25 tahun asal Kecamatan Cibiuk.

"Sedangkan KC-56 juga seorang perempuan dan berusia 25 tahun sal Kecamatan Kadungora," ucap Yeni dalam keterangan tertulisnya.