Anggota DPRD Garut dari Fraksi PKB, Subhan Fahmi/RMOLJabar

rmoljabar Persiapan pemerintah menerapkan new normal atau penormalan baru menuai pro kontra dari berbagai pihak. Pasalnya, banyak masyarakat khawatir karena belum memahami pelaksanaan teknisnya.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Kabupaten Garut Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Subhan Fahmi Pemkab setempat memberikan pemahaman kepada masyarakat. 

“Sekolah misalnya. Bagaimana pihak sekolah mengerti bagaimana pelaksanaan new normal itu,” kata Fahmi, Kamis (28/5).

Menurutnya, pemerintah memiliki sense of crisis dalam pemberlakuan penormalan baru tersebut.

“Situasi ini kan situasi krisis. Masyarakat pasti takut karena ini soal keselamatan anak mereka,” jelas dia. 

Menurutnya, masyarakat masih memiliki keyakinan jika pandemi Covid-19 belum sampai pada kondisi yang mereka yakini aman. 

“Pemberitaan nya kan masih massif. Soal kurva misalnya. Belum sampai pada titik dimana kondisi ini sesuai dengan psikologis mereka,” ujarnya. 

Kondisi psikologis tersebut, ucap dia, yang harus dimengerti dan dipahami pemerintah. Meskipun begitu, Fahmi mendukung langkah pemerintah untuk melaksanakan new normal. 

“Masyarakat tetap memiliki peranan sangat penting. New normal tidak akan mendapatkan hasil apa apa, bila masyarakat tidak memiliki disiplin tinggi. Masyarakat harus taat mengikuti protokol kesehatan sebagaimana mestinya,” kata Fahmi. 

Sebagai anggota DPRD Garut, Fahmi juga mengaku akan memantau ketat pelaksanaan penormalan baru di berbagai sektor. 

“Tentulah kita akan pantau pelaksanaan new normal. Jangan sampai kita memiliki pemahaman bahwa corona ini sudah selesai,” ungkapnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here