Pengrajin Sablon/Net

rmoljabar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung menyebutkan kurang lebih 2.600 pelaku industri kecil dan menengah (IKM) terkena dampak akibat wabah virus corona baru atau covid-19. Oleh karena itu, pihaknya sudah mengirimkan data tersebut kepada kementerian untuk mendapatkan insentif atau  bantuan keuangan.

“Total sekitar 2.600 warga, pelaku industri kecil terkena dampak covid-19,” ujar Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah di Pendopo Kota Bandung, Jumat (3/4).

Menurutnya, para pelaku IKM yang terkena dampak tersebut diantaranya, pelaku usaha kaos di kawasan jalan Suci dan pelaku usaha sepatu di jalan Cibaduyut, serta pelaku usaha rajutan. Ia mengatakan, data yang sudah ada akan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dikatakan Elly, Disdagin mencatat ada 2.058 pelaku usaha kecil dan 458 merupakan pelaku usaha menengah yang diajukan mendapat bantuan. Saat ini,  pihaknya tengah melengkapi data administrasi agar memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan.

Ia menambahkan, sejak Januari hingga Maret kemarin ekspor dari Kota Bandung menurun sekitar 24 persen akibat wabah corona. Menurutnya, peringkat pertama ekspor di Kota Bandung yaitu fashion, ikan hias dan lainnya dengan tujuan negara yang didominasi ke Jepang, Amerika dan Malaysia.

“Kami masih melayani surat keterangan asal untuk eksportir tapi biasa perhari 70 permohonan sekarang turun 24 persen,” tuturnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here