Peninjauan tempat istirahat bagi tenaga medis/RMOLJabar

rmoljabar Pemkot Bandung bersama Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PPPPTK IPA) segera memanfaatkan sejumlah kamar untuk menjadi tempat istirahat para tenaga medis yang tengah menangani pasien Covid-19.

Di gedung PPPPTK IPA yang berlokasi di Jalan Diponegoro tersebut terdapat sekitar 90 kamar yang cukup representatif. Selain itu, letaknya pun strategis dan tidak terlalu jauh dari RS Hasan Sadikin maupun RS Rotinsulu sebagai rumah sakit rujukan Covid-19.

“Alhamdulillah saya lihat fasilitasnya sangat bagus sekali. Ada 90 kamar dengan masing-masing kamar dua bed (tempat tidur),” ujar Wali Kota Bandung, Oded M. Danial di Gedung PPPPTK IPA, Selasa (31/3).

Menurut Oded, upaya tersebut dilakukan pihaknya agar para tenaga medis yang bertugas di garis depan tidak perlu merasa khawatir akan menyebarkan Covid-19 ke anggota keluarganya di rumah.

“Mudah-mudahan ini sebagai solusi untuk tempat mereka menginap setelah usai tugas di lapangan”, tambah Oded. 

Selain gedung PPPPTK IPA, Pemkot Bandung juga menyiapkan opsi tambahan lainnya, yaitu Hotel Gino Feruci di Jalan Braga dan Rumah Sakit Edelweiss di Jalan Soekarno-Hatta. 

Sementara itu, Kepala PPPPTK IPA, Enang Ahmadi menuturkan, semua bantuan tersebut merupakan arahan dari Menteri dan Dirjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 

“Ini arahan Pak Menteri dan Pak Dirjen bahwa seluruh UPT Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, dipersiapkan sewaktu-waktu sebagai tempat untuk mendukung penanganan Covid-19,” ujar Enang.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here