Yana Mulyana/RMOLJabar

rmoljabar Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung optimis dengan hadirnya “Lembur Tohaga Lodaya” dapat menekan angka pandemi Covid-19.

Inisiatif warga tersebut kini menyebar cepat ke penjuru kota Bandung. Terbaru, “Lembur Tohaga Lodaya” hadir di Kelurahan Babakan Ciamis Kecamatan Sumur Bandung.

Gayung bersambut, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana datang langsung ke lokasi untuk memberikan dukungan.

“Warga RW 07 ini layak diapresiasi. Inisiatif warga membentuk “Lembur Tohaga Lodaya” terus diperkuat untuk mencegah wabah Covid-19,” ujar Yana saat peresmian Lembur Tohaga Lodaya, Selasa (7/7).

Ia mengakui, penanganan Covid-19 memang membutuhkan dukungan warga. Hal itu sangat membantu Pemkot Bandung.

“Partisipasi warga untuk menyelesaikan masalah sangat penting. Karena pemerintah tidak bisa menyelesaikan sendiri wabah ini,” akunya.

Menurutnya, Covid-19 memang sangat berdampak terhadap kehidupan ekonomi dan sosial warga Kota Bandung. Oleh karenanya, Pemkot Bandung memberikan kelonggaran di beberapa sektor.

“Saat ini Kota Bandung sudah masuk pada zona biru. Tetapi saya mengimbau agar seluruh elemen masyarakat tetap mengedepankan sikap waspada,” pintanya.

“Karena sangat rentan terjadi gelombang kedua. Jadi masyarakat pun harus disiplin,” imbuh Yana.

Sementara itu, Lurah Babakan Ciamis, Duddy Firmansyah mengatakan, “Lembur Tohaga Lodaya” mengusung Konsep sauyunan warga. Warga RW 07 Kelurahan Babakan Ciamis secara swadaya membangun Lembur Tohaga Lodaya.

“Program ini dikomandoi oleh ketua RW dan para pengurus lainnya untuk menghadapi pandemi ini,” imbuhnya.

“Lembur Tohaga Lodaya” merupakan program kolaborasi Pemkot Bandung dengan Polrestabes Bandung untuk membangun ketahanan pangan. Terlebih di masa pandemi Covid-19 yang juga berdampak pada ketahanan sosial di masyarakat.

Program tersebut ditandai dengan ketersediaan lumbung kelurahan yang siap dipergunakan dalam keadaan darurat pangan. Dengan begitu, warga bisa lebih siaga dalam menghadapi berbagai situasi krisis.

Selain itu, di kawasan pertokoan yang bercampur dengan rumah-rumah tinggal tersebut memiliki lebih banyak tempat cuci tangan di berbagai sudut. Bahkan, warga menyediakan sarana cuci tangan khusus untuk difabel, dengan sensor otomatis yang bisa mengeluarkan sabun dan air tanpa perlu disentuh.

Tak hanya itu, pihak kelurahan juga menyediakan mobil “Wawasuh” yang akan berkeliling untuk menyediakan sarana cuci tangan dan memberi edukasi tentang bagaimana mencuci tangan yang baik. Selain itu di daerah tersebut ada tempat karantina Mandiri yang di kelola warga.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here