Ilustrasi corona/Net

rmoljabar Perangkat rapid test telah didistribusikan Pemprov Jabar kepada pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat sejak sepekan lalu. Dari hasil rapid test terhadap 10.597 orang, diperoleh data hingga 31 Maret sebanyak 9.995 orang negatif, dan sebanyak 409 positif.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar, Berli Hamdani menerangkan, 409 warga yang diketahui positif korona, akan kembali dilakukan tes lanjutan dalam bentuk swab dan VTM (Virus Transfer Media).

Kendati demikian, ketersediaan perangkat tes swab dan VTM diakuinya masih terbatas. Untuk itu, pihaknya akan menunggu tersedianya perangkat tes swab untuk proses selanjutnya.

“Tes swabnya dilakukan di kabupaten/kota. Bisa di rumah sakit atau di Labkes kabupaten/kota, setelah dilakukan tes swab, hasil tesnya dikirim ke Labkesda provinsi. Nanti, dari 409 positif korona ini, bisa dilihat hasil akhirnya setelah dilakukan PCR oleh Labkesda Jabar,” ucap Berli, Selasa (1/4).

Menurutnya, Labkesda Jabar masih menunggu kiriman sampel spesimen hasil rapid test dari kabupaten/kota untuk diperiksa kembali. Terlebih, sedikitnya ketersediaan perangkat untuk tes swab membuat Labkesda Jabar harus berbagi dengan kabupaten/kota dan melakukan pengetesan agar tepat sasaran.

“Tes swab hanya diberikan kepada pasien positif berdasarkan hasil tes rapid, atau PDP. Untuk menambah persediaan perangkat tes swab, dan VTM, kami juga saat ini mendapat bantuan dari Unpad dan RSHS, serta sedang meminta tambahan kepada Balitbangkes,” terangnya.

Untuk 409 warga yang dinyatakan positif berdasarkan hasil rapid tes, kata Berli, tentu akan dilakukan pelacakan riwayat kontak oleh tim screening dari bidang PDP (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Dinas Kesehatan, di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. 

“Secara tupoksi, memang akan dilakukan pelacakan riwayat kontak oleh Bidang PDP yang bertugas melakukan penyelidikan epidemiologi, yang akan mencari riwayat kontak PDP secara berjenjang dari lingkungan yang paling dekat yaitu keluarga dan kemudian lingkungan yang terhubung dengan mereka yang dinyatakan PDP,” ungkapnya.

Saat ini, salah satu garda depan dalam upaya pencegahan penyebaran virus korona adalah Labkesda Jabar, yang bertugas memeriksa spesimen akhir untuk menentukan positif tidaknya seorang PDP, yang sampelnya dikirim dari RS dan labkes kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat.

“Bahkan, Labkesda Jabar tetap berfungsi sebagai pusat rujukan spesimen sample pemeriksaan laboratorium bukan hanya untuk Jabar tapi se-Indonesia,” ungkapnya. 

Menurutnya, upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dengan rapid test maupun tes swab akan terus dilakukan sampai dinyatakan oleh pemerintah bahwa penyebaran wabah Covid-19 ini berakhir. Selain itu, Berli optimistis, Covid-19 bisa ditaklukkan meski tak mudah dan butuh waktu.

Sebagai bukti, lebih dari 175.000 pasien positif Covid-19 di dunia berhasil sembuh. Di Jabar, 11 pasien positif telah dinyatakan pulih. 

“Alhamdulillah sekarang sudah ada gugus tugas di tingkat nasional yang lintas sektoral, sehingga penanganan dan pencegahan penyebaran virus korona ini tidak hanya menjadi tugas pemerintah provinsi saja, juga melibatkan TNI dan Polri, sehingga bisa lebih cepat, masyarakat lebih patuh dalam menjalankan anjuran pemerintah terkait social distancing dan membatasi aktivitas dengan tetap berdiam di rumah,” tandasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here