Pemprov Jabar Lakukan Intensifikasi Pengawasan Mobilitas Masyarakat Jelang Idulfitri

Mobilitas masyarakat yang bepergian ke luar kota maupun daerah, meningkat jelang hari raya Idulfitri. Pemprov Jabar pun mengambil langkah tegas dan cepat dengan mengetatkan pengawasan di titik-titik penyekatan.


Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jabar, Hery Antasari mengatakan, peningkatan pergerakan masyarakat terlihat di jalur-jalur non arteri. Untuk itu, pihaknya akan mengintensifikasi pengawasan sebagai realisasi larangan mudik di Jawa Barat. 

"Pengawasan menjelang Idulfitri, kami melakukan intensifikasi dan kesiapan ulang, khususnya terkait dengan wacana penambahan titik-titik penyekatan tambahan untuk mengantisipasi arus mudik, dan terutama arus balik," ucap Hery, Jumat (22/5). 

Peningkatan pergerakan masyarakat antara lain terlihat di Gerbang Tol Pasteur. Pada Minggu (17/5), ada sekitar 8.809 kendaraan yang melintas. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibanding Senin (18/5) 16.328 kendaraan, Selasa (19/5) 16.088 kendaraan, dan Rabu (20/5) 18.273 kendaraan. 

Hery pun mengimbau, masyarakat Jawa Barat untuk tidak melakukan perjalanan, baik ke luar kota maupun daerah, sebagai upaya membatasi ruang gerak penyebaran SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19. 

"Tidak melakukan perjalanan antar kota dalam rangka lebaran. Tidak diperkenankan melakukan perjalanan. Warga Jabar tetap di rumah, dan melakukan silaturahmi jarak jauh," ungkapnya. 

Sementara itu, Ketua Divisi Pengamanan dan Penanganan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Dedi Supandi menyebut, Jawa Barat sebagai jalur lintasan harus mempersiapkan pengamanan secara komprehensif, termasuk mengatasi pemudik yang tertahan. 

"Pada saat terjadi arus mudik misalnya dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan Yogyakarta, pasti kan lewat Jabar, termasuk arus balik dari kampung halaman menuju Jakarta. Yang kita harus antisipasi bagaimana pemudik yang tertahan di Jabar, seperti apa pengamanan untuk mereka," kata dia. 

"Apakah mereka pada saat balik lagi harus dilakukan isolasi atau dilakukan tes kembali? Apa harus disterilisasi kawasannya? Yang jelas, kira-kira dibutuhkan tempat-tempat isolasi jika itu terjadi di lima titik. Tiga titik di jalur Pantura dan dua titik di jalur selatan," tandasnya.