Diskusi terbatas Bidang Kepemudaan Disporaparbud Purwakarta/RMOLJabar

rmoljabar Pemuda sebagai generasi penerus bangsa sudah seharusnya mengembangkan kreativitas dan inovasinya dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin rumit.

Era digital dalam revolusi industri 4.0 telah merubah tatanan dunia secara global. Bahkan, di tahun 2020 ini, dunia dilanda wabah virus Covid-19 yang menjadi pandemi dan berdampak terhadap seluruh sendi kehidupan.

Sebagai insan budaya, generasi muda dengan kreativitas yang dipunyainya dapat memikirkan tata nilai baru dalam kebudayaan masyarakat ke depan.

Demikian diungkapkan Kania Rahmatul Ulum, Mahasiswa Pascasarjana Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung dalam diskusi terbatas di Aula Disporaparbud, Selasa (30/6) lalu.

Hadir dalam acara tersebut para pemuda pelajar, Kabid beserta para Kepala Seksi dan staf Bidang Kepemudaan.

“Kebudayaan sebagai hasil cipta karsa dan rasa manusia, mengandung unsur kreativitas dan inovasi dalam menciptakan suatu nilai dan karya serta memecahkan permasalahan dalam kehidupan,” ungkap Anya, begitu pemilik Sanggar Seni Rengganis itu kerap disapa.

Diskusi dipandu oleh Muhammad Rihandi, Ketua Umum FOMPA dan dikawal oleh Kepala Seksi Kepemimpinan dan Kepeloporan Bidang Kepemudaan pada Disporaparbud Purwakarta, Abi Jawahir.

“Kegiatan ini diinisasi oleh bidang kepemudaan dalam rangka menggali gagasan-gagasan genuine dari generasi muda untuk mencari solusi atas persoalan yang sedang kita hadapi bersama saat ini. Kami memandang ada yang perlu diperbaharui dalam kebudayaan masyarakat dan generasi muda sebagai pelopornya,” demikian Abi Jawahir.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here