Haris Azhar/Net

rmoljabar Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Haris Azhar turut berkomentar mengenai tuntutan ringan untuk kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK, Novel Baswedan, karena dianggap tidak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Menurutnya, tuntutan hukum satu tahun kepada dua orang terdakwa, yakni Rahmat Kadir Mahulette dan Rony Bugis, yang dibacakan jaksa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara tidak sesuai fakta peristiwa dan alat-alat bukti yang ada.

“Pengadilan ini banyak ketidakcocokan dengan fakta peristiwa,” ujar Haris Azhar kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (20/6).

Bahkan aktivis HAM jebolan sarjana hukum Universitas Trisakti tersebut menilai, kedua terdakwa seharusnya diputus bebas. Karena selain selama persidangan dia mengamati bahwa dugaan terhadap pelaku tidak terbukti.

“Pengadilan ini salah terdakwa, salah pula pembuktiannya,” ucapnya.

Oleh karena itu, mantan Koordinator KontraS tersebut juga berkesimpulan jika proses hukum yang dilakukan hanya sekedar simbolis belaka.

“Saya khawatir hanya upaya sekedar menggugurkan kewajiban atau simbolisasi belaka, bahwa ada orang yang jadi pelaku, dihukum, lalu pemerintah akan katakan sudah menuntaskan kasusnya,” pungkasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here