Abdul Halim Iskandar/RMOLJabar

rmoljabar Pengamat Pendidikan Dan Satriana menilai usulan Menteri Desa (Mendes) Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar untuk mengganti skripsi Mahasiswa menjadi pengabdian desa tidak tepat.

Dan menuturkan, kalaupun Mendes ingin menjalin kerjasama dengan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dapat dengan cara lainnya, tanpa harus menggantikan tugas skripsi mahasiswa.

“Saya kira kalau mau kerjasama dengan Kemendikbud yah dioptimalkan saja fungsi dari pengabdian perguruan tinggi dan kegiatan – kegiatan mahasiswa yang tadi dalam jalur pengabdian. Itu sebenarnya bisa menggunakan jalur yang lain, tapi usulan ini jadi merubah fungsi tri darma perguruan tinggi,” kata Dan.

Menurutnya tidak semua keilmuan dapat diterapkan langsung di desa, sehingga masih dibutuhkan jalur pengujian melalui skripsi.

“Mungkin ada beberapa ilmu yang bisa diterapkan di desa seperti disiplin ilmu teknologi tepat guna misalnya bisa tepat, tapi kan ada ilmu – ilmu lain yang pengujiannya penguasaan keilmuannya diuji tidak melulu oleh pengabdian desa,” tutur Dan.

“Oke diganti jalur pengujian melalui skripsi kalau mau diganti dipermudah bisa saja melalui karya tulis, melalui pengujian pada penerapan keilmuan dan lain-lain bukan dicampur adukkan dengan jalur pengabdian tadi,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya Mendes Abdul Halim Iskandar mengusulkan agar skripsi dapat digantikan dengan pengabdian di desa-desa tertinggal.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here