Pengkolan Masih Saja Semerawut Meski Dishub Garut Sering Lakukan Penertiban

Pengkolan Masih Saja Semerawut Meski Dishub Garut Sering Lakukan Penertiban

Pemerintah Kabupaten Garut melalui petugas gabungan terus melakukan penertiban di Kawasan Tertib Lalulinta (KTL) di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota. Petugas dari Polres dan Dishub Garut melakukan penindakan kepada para pelanggar.


Meski berstatus KTL, warga masih kurang paham dengan fungsinya. Sejumlah rambu larangan parkir dan berhenti yang terpasang tak berpengaruh untuk memarkiran kendaraan di badan jalan.

Meski sering dilakukan operasi penertiban, dua lajur yang tersedia di Jalan Ahmad Yani atau Pengkolan hingga kini masih saja semerawut dan banyak tempat parkir liar yang menyebabkan lalulintas di kawasan tersebut hampir setiap hari macet.

"Kami mulai berlakukan KTl dan sistem satu arah. Sudah tiga bulan berlaku efektif," ucap Kepala Dinas Perhubungan Garut, Suherman, Selasa (2/6).

KTL sepanjang 1,4 kilometer itu akan terus disterilkan petugas dari parkir liar. Tak jarang motor disimpan di atas trotoar dan mengganggu pejalan kaki.

"Padahal lahan parkir disediakan di Jalan Ciledug, Cikuray, Jalan Ahmad Yani (depan BJB), dan Jalan Veteran. Tapi warga tidak mau jalan jauh kalau ke toko. Inginnya parkir di tempat tujuan," katanya.

Kebiasaan salah itu, lanjutnya, harus dihilangkan. Selama empat hari sejak tanggal 29 Mei 2020, pihaknya gencar melakukan sosialisasi KTL.

"Kalau ada kendaraan yang parkir di lokasi KTL, polisi langsung tilang. Kami lakukan tindakan tegas biar ini benar-benar jadi KTL," ujarnya.

Suherman menambahkan, kedisiplinan dalam memarkir kendaraan akan terus diingatkan. Jika sudah terbiasa, ia optimistis tak ada lagi yang berani memarkirkan kendaraan di lokasi terlarang.