Perempuan Dibelakang 4 Ton Kopi Aroma Aren Dari Majalengka

Perempuan Dibelakang 4 Ton Kopi Aroma Aren Dari Majalengka

Kabupaten Majalengka memiliki lahan yang sangat luas dan kaya akan komoditas perkebunan berkualitas nomor wahid. Salah satunya adalah kopi beraroma aren dari Desa Gunung Wangi.


Tak kurang dari 4 Ton per tahun kopi Arabica dengan aroma unik dihasilkan para petani di dataran tinggi Majalengka ini.

Adalah Siti Syafaatul Pitriyah, sosok perempuan asal Desa Gunungwangi Kecamatan Argapura, dibalik melimpahnya panen kopi para petani.

“ Saya sudah lama berjuang dengan para petani untuk budidaya kopi yang asli kita miliki di Majalengka ini tanpa ada bantuan sepeserpun dari pemerintah daerah,” ungkap Siti kepada Kantor Berita RMOLjabar, Selasa. (24/3).para

Siti begitu sapaanya, mengatakan bahwa selama ini dirinya berjuang bahu membahu bersama petani-petani kopi asal Desa Gunungwangi.

“Kita berjuang secara mandiri melalui kelompok Cantika Ciremai untuk kelangsungan budidaya kopi asli Majalengka,” katanya.

Masih kata Siti, kerja keras dirinya kelompok Tani Cantika Ciremai didorong oleh keprihatinan atas nasib petani kopi yang tak kunjung mendapat keuntungan yang cukup dari usaha yang mereka tekuni. Pasalnya, produk kopi meraka dibeli pengepul dengan harga murah meski kualitasnya bisa bersaing dan punya kekhasan dari produk-produk sejenis.

Lebih parah lagi, di pasaran kopi mereka di jual dengan harga tinggi dengan brand Kopi dari daerah lain.

“Kita sangat peduli terhadap kopi asli Majalengka, ditempat lain kopi kita sudah diambil brandnya oleh oranglain sehingga para petani hanya mendapatkan lelahnya saja," imbuhnya.

Tercatat dalam kelompok Cantika Ciremai sendiri ada 120 petani yang sudah berjalan membudidayakan kopi asli Gunungwangi khas Majalengka. Untuk lahan sendiri pihaknya menggunakan lahan hak guna Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) dengan luas lahan 30 Ha.

" Kita bekerjasama dengan pihak TNGC dalam budidaya kopi tersebut dengan luas lahan mencapai 30 Ha," jelasnya.

Siti berharap pemerintah Kabupaten Majalengka bisa melihat potensi ini dan turut  kopi unggulan yang dimiliki jangan sampai direbut kembali oleh pihak lain, seperti contoh Kopi Lemahsugih sudah diambil oleh Luarnegeri.

Ciri khas dari Kopi Asli Gunungwangi ialah Kopi Arabica yang memiliki aroma gula aren yang sangat berbeda dengan kopi daerah lainnya.