rmoljabar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan perpanjangan masa darurat Covid-19 hingga tanggal 29 Mei mendatang. Keputusan tersebut ternyata berdampak pada banyak hal.

Di Kabupaten Pangandaran, warga yang pulang kampung atau warga luar yang masuk ke daerah akan diawasi ketat.

Selain pengawasan warga yang keluar masuk daerah, sistem pendidikan dan kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) juga dibatasi berkala selama 14 hari.

Penyemprotan Disinfektan, juga sedang dilakukan diberbagai diwilayah se-Kabupaten Pangandaran sebagai langkah konkret Pemerintah Daerah. Namun ada yang di prioritaskan diantaranya Pasar, terminal dan kawasan wisata.

Bilik screening untuk ditempatkan di setiap kantor pelayanan sedang dalam proses produksi selama dua minggu mendatang.

Meski warga yang keluar masuk diawasi dengan ketat, masyarakat diimbau untuk tidak panik dan memberikan stigma negatif pada para perantau yang pulang kampung atau pengunjung yang datang ke Pangandaran.

” Mereka itu diawasi hanya karena ada kemungkinan membawa virus dari luar saja. Nggak usah berstigma negatif karena ini malah akan merusak mental orang, ” tegas Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran Kusdiana Kamis (26/3).

Pengawasan, kata Kusdiana, akan dilakukan secara masif dengan melibatkan RT, RW, Kepala Desa, TNI dan Polri.

” Yang tahu keluar masuk penduduk kan RT, mereka harus proaktif karena observasi dilakukan dirumah masing-masing ODP selama 14 hari, ” katanya.

Mengenai penerapan pembatasan kerja ASN dan sistem pendidikan, lanjut Kusdiana, pihaknya akan melakukan evaluasi tiap 14 hari.

” Kalau dari Pusat kan samai 29 mei, ini nanti akan kita pantau secara berkala. Ya nanti ini bisa menyesuaikan kalau memang sudah aman, ” tandasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here